Bertemu Fadli Zon, Istri Eggi Sudjana Curhat Sulit Menjenguk Sang Suami

Selasa, 21 Mei 2019 14:27 Reporter : Sania Mashabi
Bertemu Fadli Zon, Istri Eggi Sudjana Curhat Sulit Menjenguk Sang Suami eggi sudjana di bareskrim polri. ©2017 Merdeka.com/nur habibie

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menerima keluarga tersangka dugaan makar Eggi Sudjana. Usai pertemuan, Fadli menilai ada kejanggalan dalam kasus yang dituduhkan kepada Eggi.

"Untuk pengaduan masyarakat terutama dalam kasus Pak Eggi S terdapat sejumlah kejangalan terkait dengan tuduhan-tuduhan itu people power dianggap makar ini satu hal yang mendasar," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5).

Fadli pun memaparkan keanehan-keanehan dalam kasus tersebut. Salah satunya, kata dia, adalah penahanan tanpa adanya proses gelar perkara.

"Sehingga jelas sekali ada penyimpangan-penyimpangan dalam proses penahanan dan penangkapan Eggi. Begitu juga tuduhan-tuduhan lain yang tidak bisa dianggap termasuk perubahan-perubahan ketika dipanggil, dilaporkan dan pelaporannya sangat aneh," ungkapnya.

"Begitu ada pelaporan langsung ada reaksi, langsung cepat dipanggil. Seolah-olah yang melaporkan dan aparat ada kerja sama," sambungnya.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai tindakan Eggi tidak bisa digolongkan sebagai kasus makar. Sebab, kata dia, pasal makar berdasarkan ucapan seseorang sudah dihapus dari Undang-Undang.

"Kalau di mulut itu bukan makar, makar itu aanslag. Aanslag itu menggunakan kekerasan. Ini pasal yang kita bawa sejak zaman kolonial dulu ada di KUHP kita. Jadi janganlah menggunakan makar, guru di zaman orde baru istilahnya subversif dan ini sudah dicabut pasal-pasal subversif ini," ucapnya.

Di tempat yang sama, Istri Eggi Sudjana, Asmini Budiani sempat mengeluh sulit untuk bertemu Eggi. Kata dia, bahkan perlu proses yang lama jika ingin bertemu suaminya itu. Padahal dia khawatir dengan kondisi kesehatan Eggi.

"Saya enggak tahu apakah untuk kasus-kasus sejenis seperti itu. Kalau tahanan lain besuk ya besuk. Kami memang harus izin dari penyidik dan itu biasa memerlukan waktu yang cukup lama ya. Karena pasti yang ada di situ telpon dulu ke atas, kemudian baru kami bisa masuk didampingi anggota staf dari penyidik," kata Asmini.

Sebelumnya, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar terkait seruan people power. Dia meyakini kasus yang menjeratnya sebagai bentuk kriminalisasi. Karena itu, dia meminta agar hukum ditegakkan.

Dia merujuk pada tokoh yang juga mengeluarkan pernyataan soal people power tapi tidak diproses hukum. "Sebelumnya lagi, ada yang bilang people power itu bapak Amien Rais, tokoh reformasi. Kok tidak apa-apa, biasa saja," kata Eggi Sudjana 13 Mei lalu. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini