Bertemu CEO Google hingga Boeing di AS, Presiden Jokowi Harapkan Kerja Sama Konkret

Jumat, 13 Mei 2022 07:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Bertemu CEO Google hingga Boeing di AS, Presiden Jokowi Harapkan Kerja Sama Konkret Presiden Jokowi bertemu CEO's perusahaan besar di AS. Setpres Kepresidenan

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah pemimpin negara ASEAN bertemu dengan para pengusaha Amerika Serikat (AS) di Intercontinental the Willard Hotel, Washington DC, Kamis, (12/5).

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia sebagai Presiden G20 ingin memastikan agar G20 dapat bekerja sebagai katalisator pemulihan ekonomi global, terutama bagi kemajuan negara-negara berkembang. Dia pun mengharapkan kerja sama konkret yang menguntungkan dengan ASEAN, khususnya Indonesia.

"Semua ini membutuhkan kemitraan yang erat antara pemerintah dengan komunitas bisnis. Saya berharap para CEOs perusahaan besar Amerika dapat membangun kerja sama konkret di G20, dan kerja sama dengan ASEAN, khususnya dengan Indonesia," ujar Jokowi, Jumat (13/5).

Jokowi pun menekankan potensi kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, penyediaan energi hijau, dan ekonomi digital.

"Sebagai salah satu negara penghasil bijih nikel terbesar di dunia, Indonesia berkembang pesat dalam industri besi dan baja. Saat ini Indonesia menjadi negara penghasil besi baja stainless terbesar nomor dua di dunia," tuturnya.

Menurut kepala negara, Indonesia kaya akan tambang seperti tembaga dan bauksit untuk aluminium, yang akan menjadi tulang punggung industri energi baru dan terbarukan. Termasuk baterai litium dan mobil listrik.

Selain itu, Indonesia juga sangat kaya dengan potensi energi hijau. Pembangkit listrik tenaga hidro, surya, dan geotermalnya sangat berlimpah.

"Kami memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Kami mengundang pelaku bisnis Amerika untuk investasi di Indonesia," jelas Jokowi.

Dia menambahkan, bahwa Indonesia juga serius dalam pengembangan ekonomi digital yang adil dan bermanfaat bagi semua. Kata dia, saat ini Indonesia memiliki 2.346 start-up, terbanyak kelima di dunia.

"Saya sangat mengharapkan kontribusi pebisnis Amerika dalam pengembangan infrastruktur digital, memfasilitasi digital capacity-building, serta mendukung kami masuk lglobal value chain melalui digitalisasi," ujarnya.

Pertemuan turut dihadiri Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, US-ASEAN Business Council Ted Osius, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim John Kerry dan sejumlah pimpinan perusahaan AS antara lain Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, Marriot International, dan lainnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani.

Baca juga:
Jokowi di Depan Kongres AS: Perang Ukraina Ciptakan Tragedi Kemanusiaan
Jokowi akan Bertemu Joe Biden hingga Hadiri Pertemuan Kongres Amerika Serikat
Kemenlu Jelaskan Kedatangan Presiden Jokowi Tak Disambut Pejabat Tinggi AS
Poster Jokowi & Prabowo Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh Beredar di Banda Aceh
Istana: PJ Gubernur Harus Implementasikan Visi Misi Presiden di Daerah
Golkar Jamin Kerja Airlangga sebagai Menteri Tak Terganggu Meski Maju Capres

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini