Bertarung Melawan Penyakit Hidrosefalus, Bayi Falih Akmar Butuh Bantuan

Rabu, 21 Oktober 2020 16:01 Reporter : Kirom
Bertarung Melawan Penyakit Hidrosefalus, Bayi Falih Akmar Butuh Bantuan Bayi Falih Akbar saat digendong orang tua. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib kurang beruntung dialami Muhamad Falih Akmar, bocah berusia sembilan bulan dari pasangan Septian (28) dan Yani Supriyani (22) ini harus berjuang melawan sakit hidrosefalus yang dia derita sejak usia 7 bulan di kandungan.

Yani, Ibunda Falih Akmar mengaku hanya bisa pasrah dan terus berusaha melakukan pengobatan medis di RSU Fatmawati, Jakarta Selatan.

Apalagi saat ini, Septian, Ayah sang bocah juga baru saja di-PHK, setelah sering mengajukan izin tidak bekerja sebagai office boy karena harus menunggu perawatan Falih Akmar di RSU Fatmawati selama dua bulan penuh.

"Kami keluarga terus berusaha dan pasrah dengan kondisi saat ini. Apalagi suami saya juga baru di-PHK," ucap Yani ditemui di rumah kontrakannya di Kampung Babakan RT 05 RW 03 Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Diceritakan Yani, putra keduanya itu telah divonis dokter Rumah Sakit menderita hidrosefalus sejak usia 7 bulan usia kehamilannya. Saat itu, dia dan suami terus mengikuti anjuran dokter agar sang bayi bisa dilahirkan dengan selamat.

"Persalinannya caesar, waktu lahir beratnya 4 kilogram dengan kondisi kepala membesar itu sampai 68 sentimeter," terang Yani.

Selanjutnya, oleh pihak RSU Tangerang Selatan tempat Falih Akmar dilahirkan, dirujuk ke RSU Fatmawati, untuk proses pengobatan penyakit hidrosefalus yang diderita.

"Sejak dilahirkan sampai sekarang kita masih terus berobat. Kita bawa dede (adik) ke RSU Fatmawati, pernah dirawat dua bulan penuh. Nanti membaik dipulangkan, terus pernah sampai demam juga dirawat lagi di sana sampai 22 September kemarin," terang Septian.

Septian bekerja serabutan, saat ini hanya mengandalkan BPJS Kesehatan, untuk membiayai pengobatan putranya itu.

Dia mengaku, tidak punya banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya karena sepeda motornya juga belum lama dijual untuk menutupi ongkos bolak-balik selama menjaga Falih Akmar di rumah sakit.

"Sudah habis-habisan. Lagi Covid-19 begini pekerjaan juga susah. Terkadang ada yang minta tolong ngecat rumah atau apa saja saya ambil. Mudah-mudahan selalu diberikan kemudahan, agar si Dede bisa sehat, bisa seperti anak bayi normal," harapnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini