Berlari, mengenang sajak perlawanan Wiji Thukul

Kamis, 23 Januari 2014 07:30 Reporter : Al Amin, Ramadhian Fadillah
wiji thukul. ©camarade.over-blog.org

Merdeka.com - Komunitas Barisan Pengingat menggelar even Run 2 Remember. Lewat acara lari ini diharap bisa tumbuh kesadaran masyarakat terhadap korban-korban pelanggaran HAM.

Acara ini digelar Minggu, 2 Februari 2014. Mengambil rute mulai dari Halte Busway GBK sampai dengan Jalan Imam Bonjol, rute ini menempuh jarak sepanjang lima kilometer.

"Diharapkan muncul kesadaran baru untuk bergerak bersama menuntut penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM dan melawan ketidakadilan," dalam rilis yang diterima merdeka.com, Rabu (22/1).

Run To Remember sekaligus akan menjadi tanda peluncuran Dinding Berpuisi di enam titik strategis kota Jakarta. Dinding Berpuisi menghadirkan puisi-puisi karya Wiji Thukul, penyair yang hingga kini masih hilang.

Dalam sebuah sajaknya Wiji Thukul pernah berkata "Jika kita menghamba pada ketakutan, Kita memperpanjang barisan perbudakan." Ada kebenaran-kebenaran lain yang menunggu dicari, menunggu diketahui dan menunggu disebarkan.

Wiji Thukul mungkin penyair yang paling ditakuti tentara dan Rezim Orde Baru. Saja-sajaknya dianggap bisa menggelorakan perlawanan. Karena itu dia jadi buronan pemerintah.

"Hanya satu kata: Lawan!"

Sebaris kalimat itu jauh lebih terkenal dari Wiji Thukul sendiri, sesosok penyair dari Solo. Puisi Wiji Thukul tak berhiaskan metafora. Kata-katanya gamblang dan keras, membakar semangat perlawanan.

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu : pemberontakkan!

Mata Wiji Thukul sempat nyaris buta karena dihajar tentara. Nasibnya pun tak jelas. Dia hilang tahun 1998, saat kekuasaan Soeharto tumbang.

Baca juga:
Ahok: Sekarang terendam semua, pelanggaran HAM nggak?
LPSK klaim bantu ratusan korban pelanggaran HAM
LPSK sebut ribuan korban HAM menderita fisik dan ekonomi
Mengenang tragedi Jambo Keupok: 10 Tahun tanpa keadilan

Topik berita Terkait:
  1. Pelanggaran HAM
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.