Berkas Tuntutan Sofyan Basir Setebal 647 Halaman, Jaksa Tak Bacakan Semua

Senin, 7 Oktober 2019 13:54 Reporter : Yunita Amalia
Berkas Tuntutan Sofyan Basir Setebal 647 Halaman, Jaksa Tak Bacakan Semua Sofyan Basir Jalani Pemeriksaan Terdakwa. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Bekas Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir menjalani sidang tuntutan kasus korupsi pengadaan proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Surat tuntutan Sofyan yang telah disusun jaksa sebanyak 647 halaman.

Jaksa mengusulkan tidak membacakan seluruh isi halaman, melainkan hanya analisa yuridis hingga kesimpulan.

"Kami hanya membacakan analisa yuridis saja yang mulia," kata jaksa meminta persetujuan majelis hakim, Senin (7/10).

Majelis hakim menanyakan pendapat pihak kuasa hukum Sofyan Basir yang diketuai Soesilo Aribowo. Mereka setuju, pembacaan tuntutan hanya analisa yuridis.

Sebelum membacakan analisa yuridis, jaksa merinci jumlah saksi dan saksi ahli selama persidangan kasus ini berlangsung sebanyak 16 dan 5 orang.

"Jadi sudah ada 16 saksi, dan 5 ahli," tukasnya.

Sementara itu seperti diketahui, Sofyan Basir didakwa dengan Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

Dalam surat dakwaan, Sofyan Basir didakwa memfasilitasi pertemuan pembahasan permufakatan jahat suap kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Menurut JPU KPK, Sofyan Basir memfasilitasi perempuan antara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo. JPU juga menyebut Sofyan Basir mengetahui bahwa Eni Saragih dan Idrus Marham akan mendapatkan fee dari Johanes Kotjo.

Eni dan Idrus menerima suap secara bertahap dari Kotjo sebesar Rp4,7 miliar. Uang tersebut disinyalir untuk mempercepat proses kesepakatan proyek IPP PLTU mulut tambang Riau-1. Sofyan Basir juga disebut beberapa kali melakukan pertemuan dengan Eni Saragih dan Kotjo membahas proyek ini. Sofyan menyerahkan ke anak buahnya, Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso untuk mengurus proposal yang diajukan Kotjo.

Atas bantuan Sofyan, perusahaan Johanes Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1. Eni dan Idrus menerima imbalan dari Kotjo sebesar Rp4,7 miliar. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini