Berkas 3 Tersangka Pembunuh Hakim Jamaluddin Dinyatakan Lengkap

Jumat, 6 Maret 2020 19:27 Reporter : Yan Muhardiansyah
Berkas 3 Tersangka Pembunuh Hakim Jamaluddin Dinyatakan Lengkap Tersangka Pembunuh Hakim Jamaluddin. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Berkas kasus pembunuhan berencana terhadap hakim PN Medan, Jamaluddin, dinyatakan sudah lengkap atau P21. Pihak kejaksaan tinggal menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti atu pelimpahan tahap dua.

"Benar, sudah P21 sejak tanggal 28 Februari lalu dan sudah kita kirim pemberitahuannya ke Polrestabes Medan," kata Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Jumat (6/3).

Berkas yang dinyatakan lengkap atas nama ketiga tersangka, yakni: Zuraida Hanum (41), Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29). Zuraida adalah istri Jamaluddin yang diduga sebagai otak pelaku pembunuhan suaminya.

Berkas perkara ketiga tersangka telah diperiksa dan diteliti sejak dilimpahkan ke Kejari Medan. Berkas itu dilimpahkan pada 1 Februari 2020.

Saat ini, pihak kejaksaan tinggal menunggu pelimpahan tahap dua yakni tersangka dan barang bukti dari penyidik Polrestabes Medan. Setelah itu berkas perkara akan dilimpahkan ke PN Medan.

"Kita tunggu pelimpahan tahap dua dari mereka (Polrestabes Medan)," sebut Sumanggar.

Seperti diberitakan, Jamaluddin (55) diduga dibunuh di rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Medan pada Jumat (29/11) dinihari. Pada siang harinya, jasad pria ini ditemukan di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD yang jatuh ke jurang pada areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Deli Serdang.

Jenazah kemudian diautopsi di RS Bhayangakara, Medan, Jumat (29/11) malam, sebelum dibawa ke Nagan Raya, Aceh, untuk dimakamkan pada Sabtu (30/11). Berdasarkan hasil autopsi itu, polisi memastikan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan.

Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada Zuraidah, Jefri dan Reza. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka yang telah melakukan pembunuhan berencana. Mereka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e. Mereka terancam hukuman mati. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini