Berkali-Kali Jokowi Lempar 'Bola Panas' ke SBY

Jumat, 20 Desember 2019 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Berkali-Kali Jokowi Lempar 'Bola Panas' ke SBY SBY bertemu Jokowi di Istana. ©2017 Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Dalam beberapa kesempatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir kebijakan pemerintah sebelumnya yang dianggap kurang tepat atau merugikan masyarakat. Bahkan Jokowi menyalahkan pemerintahan sebelumnya.

Walau Jokowi tidak secara langsung menyebutkan era presiden siapa, tapi banyak yang menilai jika sindiran Jokowi dilontarkan ke pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berikut ini momen Presiden Jokowi 'salahkan' pemerintahan SBY:

1 dari 4 halaman

Tunggakan Polis Jiwasraya

Presiden Jokowi mengatakan persoalan kasus tunggakan polis pembayaran kepada nasabah yang membelit PT Asuransi Jiwasraya merupakan masalah lama. Tepatnya sejak 10 tahun lalu, itu artinya masalah ini sudah terjadi sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meski diakui tak ringan, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini.

"Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam 3 tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini. Ini bukan masalah yang ringan," ujar Jokowi kepada wartawan di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12).

Sementara itu, politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menuding Presiden Joko Widodo sengaja membawa-bawa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus gagal bayar polis Jiwasraya. Ferdinand menyebut Jokowi membawa pemerintahan SBY agar merasa aman dan nyaman.

"Bahkan kadang-kadang kami berpikir mungkin pak Jokowi menyampaikan ini karena beliau merasa bahwa ketika membawa-bawa nama pak SBY, beliau merasa jadi aman dan nyaman dari semua masalah yang ada," ujar Ferdinand di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/12).

Dia bilang Jokowi tengah menyandarkan masalahnya kepada pemerintahan SBY, dengan cara lempar tanggung jawab. Ferdinand menyebut, jejak keuangan Jiwasraya 2005-2011 baik dan tidak rugi. Sementara penurunan laba Jiwasraya baru terjadi sekitar tahun 2017-2018.

"Kalaupun mestinya ada masalah, seorang pemimpin tak seharusnya melempar permasalahan ke pemerintahan masa lalu," kata Ferdinand.

2 dari 4 halaman

Subsidi Harga BBM

Sebelumnya pada Mei 2018 lalu, Presiden Jokowi juga pernah menyindir pemerintahan SBY, terkait harga BBM khususnya wilayah timur Indonesia 3,5 tahun lalu yang mencapai Rp60 ribu perliter. Sedangkan pada eranya subsidi sudah dicabut tapi harga BBM bisa seragam.

"Dulu subsidi Rp340 triliun, kenapa harga enggak bisa sama? Ada apa? Kenapa enggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah enggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat," ujar Jokowi.

Kritikan ini langsung menuai reaksi dari SBY. Dia membalas kritikan itu melalui akun twitter pribadinya. "Pak Jokowi intinya mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi untuk rakyat dan kebijakan harga BBM, yang berlaku di era pemerintahan saya *SBY*," cuit SBY.

3 dari 4 halaman

Utang dan Bunganya

Pada April 2018, Presiden Jokowi dibuat geram dengan pemberitaan di media sosial tentang isu utang pemerintah yang jumlahnya mencapai ribuan triliun Rupiah. Presiden Jokowi menegaskan, utang itu bukan karena ulahnya melainkan sudah ada dari pemerintah sebelumnya.

"Isu utang, saya dilantik itu utangnya sudah Rp2.700 triliun, ya saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp250 triliun. Kalau empat tahun sudah tambah seribu. Ngerti ndak ini? Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu, enak aja," kata Presiden Jokowi dengan nada kesal saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4/2018) lalu.

4 dari 4 halaman

SBY Minta Jokowi Tak Mudah Salahkan Pemerintahan Sebelumnya

Beberapa kali Presiden Jokowi menyalahkan persoalan bangsa ini kepada pemerintahan sebelumnya. Membuat Susilo Bambang Yudhoyono meminta meminta Presiden Jokowi fokus pada tugas-tugasnya. Dia mengharapkan presiden tidak mudah menyalahkan kepemimpinan sebelumnya atas permasalahan yang dihadapi pemerintah saat ini.

"Termasuk, pemerintahan yang dulu saya pimpin. Sebab, setiap pemimpin punya tantangan tersendiri dalam memimpin," kata SBY beberapa waktu lalu.

SBY meminta Jokowi tetap menjaga hal-hal baik yang telah ditorehkan pendahulunya. "Tidak perlu ditinggalkan dan dibuang ke sana ke mari. Bila ada hal yang belum baik, maka silakan diperbaiki. Sebab, begitulah kesinambungan kepemimpinan," urainya. [dan]

Baca juga:
Mahfud MD Yakin Dewan Pengawas Buat UU KPK Berjalan Lebih Baik
Mahfud MD Sebut Nama-nama Dewan Pengawas KPK akan Buat Kita Bilang 'Wow'
Jokowi Motoran di Perbatasan Malaysia, Menteri Erick Tertangkap Kamera Tak Pakai Helm
Gaya Jokowi Saat Touring Bareng Menteri ke Ujung Negara
Kendarai Motor Modifikasi, Presiden Jokowi Tinjau Perbatasan Indonesia - Malaysia
Demokrat Sebut Jokowi Cari Aman Sebut Nama SBY di Kasus Jiwasraya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini