Beri Sanksi ke Pemkab Bogor, Ridwan Kamil Tegaskan Tidak Cari Kambing Hitam

Jumat, 20 November 2020 20:05 Reporter : Yunita Amalia
Beri Sanksi ke Pemkab Bogor, Ridwan Kamil Tegaskan Tidak Cari Kambing Hitam Ridwan Kamil Penuhi Panggilan Bareskrim. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menjatuhkan sanksi terhadap Bupati Bogor Ade Yasin atas kerumunan massa saat acara Rizieq Syihab di Megamendung, Bogor, beberapa waktu lalu.

Emil sapaan akrab Ridwal Kamil, menegaskan sanksi tersebut bukan sebagai sikap cuci tangannya sebagai pemimpin Jawa Barat.

"Saya tidak bermaksud untuk mencari kambing hitam, makanya saya awali apapun yang terjadi tetap tanggung jawab saya sebagai pemimpin wilayah," kata Emil di Mabes Polri, Jumat (20/11).

Emil menjelaskan Jawa Barat merupakan daerah otonom. Sehingga, tidak semua masalah ditangani langsung oleh Gubernur. Dia menyebut, ada 6 poin yang bukan menjadi ranah Gubernur. Mulai dari keamanan, pertahanan, yustisi, kegiatan keagamaan, kunjungan luar negeri, dan fiskal.

Keenam poin tersebut adalah tanggung jawab masing-masing kepala daerah seperti Bupati atau Wali Kota. Untuk itu, kepada penyelidik Polisi, Emil menjelaskan porsi hukum dan kewenangan kepala daerah di Jawa Barat dalam insiden keramaian di Megamendung.

"Kalau dari sisi teknis, kalau mau bicara hukum kita harus proporsional dan kami akan terus tegas yang dilakukan banyak pihak juga sekarang kami dukung. sudah ada 600 ribu kasus yang kita tangani dalam penegakan protokol kesehatan ini," ucapnya.

Emil kembali menyinggung soal sanksi yang akan diberikan kepada Pemda Kabupaten Bogor. "Dan Kabupaten Bogor juga saya minta beri sanksi tegas kepada panitia karena sudah berikan dampak besar," tegasnya.

Pasca kerumunan massa itu, pihaknya juga melakukan tracing pada 400 warga yang berkumpul di Megamendung. Dilakukan tes swab dan hasilnya lima orang positif.

"Jadi kesimpulannya, kerumunan itu membahayakan dan buktinya 5 positif. Itu kira-kira kronologinya," jelas Emil.

Dia pastikan, pemerintah di daerah selalu berusaha menindak tegas setiap melihat potensi penyebaran virus Covid-19. Tetapi terkadang kondisi di lapangan tak selalu sama.

Untuk itu, Emil memohon kerja sama semua pihak baik pemimpin di level komunitas, partai, wilayah untuk ikut memberikan imbauan betapa bahaya Covid-19. Bukan yang bersikap provokatif.

Dia juga mengingatkan kembali pada masyarakat, silakan beraktivitas tetapi ikuti aturan terkait pola hidup kebiasaan baru.

"Boleh mengadakan kegiatan tapi jangan pakai pola yang lama. Berkerumun, beribu-ribu yang akibatnya tadi kena covid," tutup Emil. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini