Berdayakan Pengangguran dan Bantu PAD, Alasan Ormas Bekasi Minta Jatah Kelola Parkir

Selasa, 5 November 2019 16:49 Reporter : Adi Nugroho
Berdayakan Pengangguran dan Bantu PAD, Alasan Ormas Bekasi Minta Jatah Kelola Parkir Bisnis Parkiran. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Aksi organisasi masyarakat di Kota Bekasi tengah mendapat sorotan publik. Sebab, mereka meminta jatah untuk mengelola parkiran di seluruh minimarket di Kota Bekasi.

Ketua Ormas Gibas Kota Bekasi, Deni Muhammad Ali mengatakan, alasan mereka meminta jatah pengelolaan parkir kepada pemerintah untuk memberdayakan pengangguran. Alasan ini diungkapkan Ali setelah video viral ormas demo ke toko Indomaret di Jalan Narogong pada 23 Oktober.

"Wajarlah kita sebagai warga Kota Bekasi kan tidak semuanya ini punya sumber daya yang baik. Nah, kita memberikan kesempatan kepada mereka daripada mereka hanya nongkrong-nongkrong, paling enggak bisa jadi juru parkir," kata Deni di Mapolres Metro Bekasi Kota pada Senin (4/11) malam.

Menurutnya, keterlibatan ormas dalam mengelola parkir sesungguhnya membantu pemerintah memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah dari sektor parkir di Kota Bekasi. Namun, dia mengakui tidak mendapatkan instruksi dari Wali Kota Bekasi. Tapi, dalam surat tugas tertera instruksi dari kepala daerah.

"Malah kita menjalani, membantu. Intinya kita membantu dan mengawal memfasilitasi biar ada PAD dari retribusi parkir," kata Deni.

Dalam video yang beredar, dia menyebut meminta seluruh minimarket berjumlah 606 dikelola oleh ormas. Sehingga, dalam video, dia bersama pemerintah meminta pengusaha bekerja sama dengan ormas.

Dia mengatakan, penarikan uang parkir di minimarket oleh anggotanya dan sejumlah ormas lain baru berjalan sebulan, pada Oktober 2019. Dia mengaku mendapat surat tugas setelah mengajukan permohonan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi. Tapi, di tengah perjalanan, ada gejolak.

"Kita mengajukan akhirnya dari Bappeda memberikan kesempatan ke kita, waktu itu dari kita mengajukan untuk jukir-jukir ini agar bisa berdaya," katanya.

"Sebenarnya niat kita baik, kita bukan premanisme, kita adalah ormas yg dilindungi Undang-undang. Kalau bicara Indomaret, Alfamart berapa ribu toko kelontong yang mati gara-gara Indomaret dan Alfamart," ujar dia.

Dia menampik ada intimidasi dalam aksi unjuk rasa tersebut. "Kalau bicara intimidasi enggak ada intimidasi. Intinya kita hanya ingin menyampaikan pendapat. Dan kita hanya sebenarnya ingin membuka mata batin pengusaha," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini