KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Berbagai Jenis Barang Ilegal Produksi PNG Masuk Jayapura

Senin, 10 Desember 2007 13:58 Sumber :
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Berbagai jenis barang ilegal produksi negara tetangga Papua Nugini (PNG) dalam lima bulan terakhir ini masuk ke Jayapura,ibukota Provinsi Papua.

Barang-barang tersebut dibeli warga Kota Jayapura dari warga negara PNG, baik di pasar perbatasan RI - PNG di Desa Skouw, Kota Madya Jayapura maupun di Vanimo,ibukota Provinsi Sandaun, kemudian dijual bebas dengan harga yang sedikit mahal.

Ketua Komisi B DPR Papua (DPRP) , Paulus Sumino ketika dimintai tanggapannya mengenai hal ini di Jayapura, Senin mengatakan, barang-barang ilegal produksi PNG yang di perdagangan di Jayapura jumlahnya tidak terlalu banyak, namun perlu diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Barang-barang asal negara tetangga terdekat ini antara lain makanan seperti, ikan kaleng, daging kaleng, kue, baju kaos untuk anak-anak dan orang dewasa bergambar bendera PNG, payung,rokok,Cassette maupun minuman kaleng, termasuk Beer.

Menurut Suminio, walaupun barang-barang dari PNG itu dibeli masyarakat dalam jumlah kecil dan masih dalam batas-batas toleransi, namun sudah menyalahi aturan sehingga perlu mendapat perhatian aparat berwenang.

Dikatakannya, kondisi ini terjadi akibat belum dibukanya hubungan perdagangan kedua negara, padahal peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan pasar di PNG cukup terbuka dan menjanjikan.

Negara tetangga itu, katanya, sangat membutuhkan berbagai jenis kebutuhan sehari-hari dari Indonesia seperti sabun, minyak goreng, beras, terigu, bahan-bangunan, perabot rumah tangga maupun pakaian dan kebutuhan hidup sehari-hari lainnya.

Apabila peluang ini bisa dimanfaatkan pemerintah RI secara baik, maka dapat meningkatkan devisa bagi negara maupun pendapatan asli daerah dan Papua merupakan provinsi yang sangat dekat dengan PNG.

Transportasi ke PNG dari Jayapura dapat dilakukan melalui laut, udara maupun jalan darat karena sangat dekat sehingga tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal, ujar Sumino.

Oleh sebab itu, kader Partai Golkar Papua ini menyarankan agar hubungan dagang antara kedua negara perlu segera direalisir guna mencegah masuknya berbagai jenis barang ilegal dari PNG, maupun sebaliknya yang dapat merugikan kedua negara bertetangga ini.

Paulus Sumino menambahkan, hubungan dagang RI-PNG itu sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 1992 disponsori Kadin RI dan PNG dengan menyelenggarakan Pameran dagang di Port Moresby,Ibukota Negara PNG, namun langkah awal itu tidak ditindak-lanjuti hingga sekarang.

Anggota DPRP itu minta agar masalah hubungan dagang antara RI - PNG itu jangan dikaitkan dengan masalah politik, karena hal ini akan menghambat terwujudnya kerja sama di bidang bisnis.(*/cax)

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.