Bentrokan di Surabaya Sebabkan 1 Tewas, 5 Orang Diciduk dan 3 Buron

Rabu, 28 Agustus 2019 09:28 Reporter : Erwin Yohanes
Bentrokan di Surabaya Sebabkan 1 Tewas, 5 Orang Diciduk dan 3 Buron Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kasus bentrokan antara dua kelompok pemuda di perempatan Jalan Kedungdoro - Widodaren, Surabaya yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, diungkap Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dari delapan pelaku yang terlibat pengeroyokan, lima di antaranya telah ditangkap.

Lima pelaku itu, masing-masing bernama Deny Chris (26) asal Surabaya, Eko Agung (23), M Syaifuddin (20), Andre Afandi (21) dan Ahmad Ihsan (23), masing-masing asal Gresik.

"Kelima pelaku ini kami tangkap di Kota Gresik. Sebenarnya pelakunya ada 8 orang. Namun yang 3 masih buron. Mereka sudah kami tetapkan sebagai DPO," sebut Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, Rabu (28/8).

Bima mengatakan, penangkapan terhadap kelima pelaku dilakukan tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Sawahan, Unit Jatanras dan Unit Resmob di rumah masing-masing pada Sabtu (24/8) sore. Saat diamankan, mereka mengakui semua perbuatannya.

"Jadi, setelah kejadian dan dapat laporan, tim gabungan langsung bergerak mencari para pelaku. Alhamdulillah, belum sampai 1x24 jam, mereka dapat kami amankan. Semuanya kooperatif," katanya.

Kejadian ini sendiri bermula saat kelompok korban yang berjumlah 8 orang berangkat dari Gresik menuju ke sebuah diskotek di Jalan Kedungdoro Surabaya pada Jumat (23/8) malam sekitar pukul 23.00 Wib untuk dugem.

Nah, setelah puas mabuk-mabukan hingga Sabtu (24/8) dini hari sekitar pukul 03.00 Wib, mereka pulang berboncengan menggunakan motor. Saat pulang inilah, kelompok korban dipepet kelompok pelaku di perempatan Jalan Kedungdoro - Widodaren Surabaya dengan mobil dan motor.

Di jalan itulah, kelompok korban dan pelaku akhirnya bentrok. Akibatnya, 1 orang dari kelompok korban meninggal dunia, 3 lainnya terluka, sementara lainnya berhasil melarikan diri.

"Dua kelompok korban dan pelaku ini sebenarnya sama-sama berada di diskotek tersebut malam itu. Dan setelah kelompok korban pulang, langsung diikuti kelompok pelaku yang menggunakan mobil, yang di dalamnya ada 5 orang. Lainnya bawa motor. Kemudian terjadilah bentrok," jelas Bima.

Berdasarkan penyelidikan polisi, dua kelompok pemuda ini sebelumnya sudah berselisih. Mereka informasinya juga kerap dugem di diskotek berlantaikan 3 tersebut. Karena itulah, mereka kemudian saling dendam hingga terjadilah bentrok.

Korban yang meninggal dunia, diketahui setelah mendapat pukulan dari kelompok pelaku dengan dua buah paving dan juga pukulan tangan, yang mengenai kepalanya. Sementara tiga teman korban yang juga terluka berhasil diselamatkan usai mendapat perawatan.

"Kasus ini masih akan kami kembangkan. Karena masih ada 3 pelaku lainnya yang kabur. Tim sudah disebar di lapangan untuk memburunya. Mudah-mudahan segera tertangkap," tandas alumnus Akpol 2013 tersebut. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrokan Warga
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini