Bentrokan 2 Kelompok Pemuda Berujung Pembunuhan di Surabaya Dipicu Masalah Wanita

Rabu, 28 Agustus 2019 11:09 Reporter : Erwin Yohanes
Bentrokan 2 Kelompok Pemuda Berujung Pembunuhan di Surabaya Dipicu Masalah Wanita Pelaku bentrokan berujung pembunuhan di Surabaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menangkap pelaku yang terlibat bentrok di perempatan Jalan Kedungdoro-Widodaren, Surabaya yang menewaskan satu orang dan tiga terluka. Tidak hanya itu, motif bentrokan berujung pembunuhan pun juga terungkap.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti mengatakan, bahwa pemicu kasus ini dikarenakan masalah perempuan. Perempuan itu diketahui berinisial TT, yang merupakan pacar dari korban DY.

"Jadi awalnya pacar dari salah satu kelompok korban ini digoda kelompok pelaku. Karena korban tidak terima terjadilah perselisihan. Itu terjadi sekitar dua minggu lalu," jelas Bima, Rabu (28/8).

Pacar korban digoda kelompok pelaku di depan Gelora Joko Samudro Jalan Segoromadu, Gresik saat mereka nongkrong. Tapi perselisihan itu akhirnya dapat diredam, setelah dibicarakan bersama.

Rupanya, perselisihan itu tak berhenti sampai di situ. DY yang tak terima dari awal pacarnya digoda, lantas mencari pemuda dari kelompok pelaku ke tempat tinggalnya di kawasan Gresik Kota Baru (GKB).

Bahkan saat mencari itu, salah satu dari kelompok korban membawa linggis kecil. Tapi aksi mereka dapat kembali diredam, karena saat meluruk pelaku, banyak warga yang membantu hingga kemudian didamaikan.

Alih-alih damai, dua kelompok pemuda ini ternyata terus berseteru. Nah pada Jumat (23/8) malam sekitar pukul 23.00 WIB, delapan pemuda dari kelompok korban berangkat dari Gresik menuju ke diskotek di Jalan Kedungdoro Surabaya untuk dugem.

Ternyata pergerakan kelompok korban ini telah dipantau kelompok pelaku. Mereka lantas sama-sama pergi ke diskotek tersebut. Tapi kelompok pelaku tidak diketahui kelompok korban.

Setelah puas mabuk-mabukan hingga Sabtu (24/8) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, kelompok korban pulang berboncengan menggunakan sepeda motor. Saat pulang inilah, kelompok korban dipepet kelompok pelaku di perempatan Jalan Kedungdoro-Widodaren Surabaya dengan mobil dan sepeda motor.

Di jalan itulah, kelompok korban dan pelaku akhirnya bentrok. Akibatnya, satu orang dari kelompok korban meninggal dunia, tiga lainnya terluka, sementara lainnya berhasil melarikan diri.

"Korban yang meninggal berinisial AR. Sementara yang terluka berinisial NI, SJ dan RA. Mereka yang menjadi korban ini sebenarnya tidak ikut-ikut, tidak saling kenal," jelas Bima.

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan polisi, korban yang meninggal dunia diketahui setelah mendapat pukulan dari kelompok pelaku dengan dua buah paving dan juga pukulan tangan yang mengenai kepalanya. Sementara tiga teman korban yang juga terluka berhasil diselamatkan usai mendapat perawatan.

"Kasus ini masih akan kami kembangkan. Karena masih ada tiga pelaku lainnya yang kabur. Tim sudah disebar di lapangan untuk memburunya. Mudah-mudahan segera tertangkap," tandas alumnus Akpol 2013 tersebut.

Sementara dari kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti di antaranya satu unit mobil honda jazz bernopol W 1763 EC (sarana), dua pecahan batu paving, satu linggis kecil, dan lima handphone.

Lima pelaku juga diringkus, masing-masing bernama Deny Chris (26) asal Surabaya, Eko Agung (23), M Syaifuddin (20), Andre Afandi (21) dan Ahmad Ihsan (23). Mereka asal Gresik. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrokan Warga
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini