Bentak & Hina Anak Buah, Direktur RSUD Pasaman Barat jadi Tersangka

Rabu, 1 Juli 2020 20:02 Reporter : Henny Rachma Sari
Bentak & Hina Anak Buah, Direktur RSUD Pasaman Barat jadi Tersangka Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat AKP Omri Sahureka dan Kepala Sub Bagian Humas AKP Defrizal. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat, Yuswardi jadi tersangka kasus dugaan tindakan sewenang-wenang terhadap Reni Hirda, bawahannya. Dalam waktu dekat, ia akan dipanggil Kepolisian untuk dimintai keterangan.

"Benar, Direktur Yuswardi telah ditetapkan sebagai tersangka dan dalam waktu dekat akan dipanggil sebagai tersangka untuk dimintai keterangan," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Sub Bagian Humas AKP Defrizal di Simpang Empat, Rabu (1/7).

Ia mengatakan penetapan Direktur itu sebagai tersangka setelah pihaknya memeriksa sejumlah saksi dan pelapor.

"Saksi yang kami periksa adalah pelapor, saksi ahli bahasa, teman pelapor dan terlapor," katanya.

Menurutnya kasus yang menjerat tersangka adalah kasus penghinaan dan masuk dalam pasal 310 dengan ancaman penjara di bawah lima tahun.

Kuasa hukum pelapor, Afni Gusni Susanti dan Yung Nikmat mengatakan, perkara itu sesuai laporan polisi nomor LP/152/IV/2020/SPKT Res Pasbar tanggal 4 April 2020 terkait dugaan tindak pidana penghinaan.

Ia menjelaskan kejadian ini berawal ada rencana untuk mengelompokkan aset yang akan dimusnahkan dan aset yang akan diperbaiki tim aset RSUD.

Barang-barang tersebut akan dipindahkan ke ruang lain. Setelah beberapa hal pembicaraan yang terjadi antara pelapor dan tersangka, puncaknya terjadi pada Selasa (31/3) pelapor membuat postingan di WhatsApp Group (WAG) internal manajemen RSUD dengan kalimat kecewa dengan pemindahan aset yang amburadul.

Kemudian tersangka memanggil semua bawahannya untuk segera menghadap ke ruangannya.

Dalam pertemuan itu pelapor memberikan keterangan, tapi belum selesai bicara langsung dipotong tersangka dengan tindakan memukul meja dan langsung berdiri.

Bahkan tersangka juga membentak-bentak pelapor dengan mengeluarkan kalimat yang menghina, bahkan mengeluarkan kata-kata kotor.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya Direktur RSUD, Yuswardi mengatakan menghormati proses hukum yang sedang dialaminya di Kepolisian Resor Pasaman Barat.

"Saya menghormati proses hukum yang ada saat ini dan sudah satu kali saya dipanggil ke Polres untuk diminta keterangan," katanya.

Menurutnya persoalan itu merupakan hak bawahannya melaporkan ke penegak hukum. Namun, tindakan yang dilakukannya masalah interen di instansinya.

"Itu adalah masalah antara atasan dan bawahan. Saya sangat kaget sampai ke penegak hukum. Namun proses hukum saya hormati," ujarnya. Seperti diberitakan Antara. [rhm]

Baca juga:
Kasus Pencemaran Nama Baik Pendiri Kaskus, Jack Boyd Lapian dan Titi Jadi Tersangka
Cinta Kandas, Pemuda di Kebumen Sebar Foto Syur Mantan Pacar
Terdakwa Beberkan Alasan Tagih Utang ke 'Ibu Kombes' Lewat Instagram
Alvin Lim Diperiksa Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik
Camat di Pekanbaru Diduga Suruh Pegawai Telanjang dan Masuk Kolam Ikan sambil Direkam
Polda Metro Jaya Sebut Kasus Alvin Lim Masuk Tahap Penyidikan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencemaran Nama
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini