Benda bersejarah Semarang dicuri pemburu harta karun

Rabu, 4 April 2012 11:29 Reporter : Parwito
Benda bersejarah Semarang dicuri pemburu harta karun Benda bersejarah di Semarang. merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Puluhan arca dengan berbagai bentuk dan jenis ternyata sempat dicuri oleh orang. Pelaku pencurian rata-rata berasal dari luar daerah Dusun Jambu, Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Berbagai bentuk patung itu diantaranya arca kepala buto yang diduga sebagai talang (aliran air atap) candi, arca ibu menyusui, arca binatang katak, arca binatang gajah, arca ganesha, salah satu dari empat yoni yang ditemukan warga dan masih banyak jenis .

Puluhan arca itu sudah tersebar di berbagai tempat di luar wilayah penemuan harta karun di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Arca-arca itu ditemukan di Kudus, Solo, Yogya dan bahkan sampai ke Jawa Timur.

Alif Yulianto, salah seorang warga sekitar tempat penemuan harta karun saat ditemui merdeka.com menyatakan puluhan arca itu jumlahnya bahkan mencapai 70-an arca. Sementara yang dijual terpaksa oleh warga sekitar karena kebutuhan hanya sekitar 5-7 arca.

"Menurut keterangan beberapa warga yang sudah sepuh (tua) ada sekitar 70 arca ditemukan. Bahkan dicuri oleh orang dari luar wilayah kampung. Mereka rata-rata adalah pemburu barang antik dan barang-barang peninggalan purbakala sejenis temuan beberapa barang-barang harta karun," ungkap Alif Rabu(4/4).

Alif secara jujur menjelaskan dari sebanyak 70 arca hampir 90 persennya adalah dicuri, sementara sisanya diakuinya dijual oleh warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Proses pencurian dan penjualan arca oleh warga ini dilakukan secara terpaksa antara tahun 2002-2005.  Sebab, rata-rata penduduk sekitar penemuan harta karun berada di bawah garis kemiskinan.

"Tingkat pendidikan warga di sini sangat di bawah garis rendah. Tidak mengetahui soal di larang atau tidaknya menjual arca yang mereka temukan di sekitar penemuan harta karun. Apalagi saat itu sama sekali warga mengalami ketakutan bila ingin melaporkan pencurian arca yang dilakukan oleh orang luar sendiri. Mereka saat itu enggan untuk berurusan dengan polisi," ujar Alif.

Sebelum dicuri, puluhan arca diyakini warga sekitar sebagai peninggalan sejarah tersebar dan tergeletak di beberapa tempat. Diantaranya di dua sendang (mata air) sekitar warga tinggal, di Candi yang jaraknya tak jauh dari tempat penemuan harta karun dan di sebuah sumur tua yang konon merupakan sumur peninggalan jaman VOC Belanda.

"Sampai-sampai saking takutnya warga arca-arca yang lain dicuri, warga sekitar menyembunyikan arca-arca lain dengan jalan mengubur arca yang dinilai punya nilai sejarah yang sangat tinggi," pungkas Alif. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini