Benarkah bagong yang ditangkap di Cianjur babi ngepet?

Rabu, 12 Desember 2012 10:30 Reporter : Yulistyo Pratomo
Benarkah bagong yang ditangkap di Cianjur babi ngepet? Babi Ngepet di Cianjur. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Tertangkapnya seekor babi oleh Abah Tamim dan puluhan warga Kampung Palalangon, Desa Kertasari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat menjadi magnet bagi masyarakat sekitar. Rasa penasaran karena kabar penangkapan babi itu juga ramai disiarkan media.

Meski demikian, warga tidak langsung percaya bila binatang yang kini dikerangkeng besi itu adalah babi ngepet. Dari bentuk dan warnanya, mereka menduga babi tersebut merupakan babi hutan alias celeng atau bagong dalam bahasa Sunda.

"Menurut saya ada dua kemungkinan, memang dari bentuknya seperti memang babi betulan, tapi kalau dianggap ngepet masuk ke mistik. Bisa saja itu babi ternak yang lepas, bisa saja kan," ujar Cihea M Ardi (27), warga sekitar usai melihat 'babi ngepet' bersama adik-adiknya, Rabu (12/12).

Walau mengaku biasa, namun dia mengaku penasaran dan ingin melihat secara langsung keberadaannya. "Hal wajar kalau manusia penasaran, kalau hal negatif, 'babi ngepet' sempat kepikiran, tapi hanya orang tertentu yang tahu," lanjutnya.

Serupa dengan Ardi, warga Kampung Panaruban Ade Suparman mengaku melihat bentuknya seperti babi hutan yang pernah dia lihat beberapa tahun lalu. Namun, pemberitaan yang beredar mengenai tertangkapnya 'babi ngepet' dari mulut ke mulut membuatnya merasa penasaran.

Dengan mengajak istri dan seorang putrinya, dia melihat langsung 'babi ngepet' yang sudah dimasukkan dalam kandang di depan rumah milik Abah Tamim. "Kayanya sih babi hutan, tapi tahu juga ya. (Informasi) Dari tetangga aja, katanya dapat bagong (babi), jadi penasaran, ingin liat," tandasnya.

Berbeda dengan Ardi, Ade mengaku merasa aneh dengan keberadaan babi hutan yang ditemukan berkeliaran di sekitar persawahan milik warga. Menurutnya, habitat asli hewan tersebut berada jauh di dalam hutan.

"Masa di tempat sini ada bagong? Biasanya agak jauh ke hutan. Dulu pernah ada tapi sudah tahunan tidak muncul," pungkasnya.

Hingga kini belum dipastikan apakah bagong atau celeng yang ditangkap warga itu benar babi ngepet atau bukan. Namun sejumlah keanehan memang dimiliki bintang tersebut. Babi yang ditangkap warga tersebut hanya mau minum air mineral kemasan dan tidak mau minum air mentah dan kotor. Selain itu bai itu lebih suka makan nasi dan roti dibanding umbi-umbian yang diberikan warga. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pesugihan
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini