Benarkah ada terowongan antara Menara Syahbandar dan Istiqlal?

Rabu, 31 Juli 2013 08:01 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu
Benarkah ada terowongan antara Menara Syahbandar dan Istiqlal? Ruang bawah Tanah Menara Syahbandar. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Jakarta tempo dulu hingga kini masih menyimpan banyak misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Salah satunya soal keberadaan sebuah terowongan yang menghubungkan antara menara Syahbandar dengan Masjid Istiqlal.

Menara Syahbandar atau yang dahulu kala lebih dikenal dengan Uitkijk dibangun sekitar tahun 1839 yang berfungsi sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia. Kapal-kapal yang melewati jalur laut kemudian dikutip pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa.

Pemerintah kolonial Belanda membangun sebuah terowongan tepat di bawah menara Syahbandar yang kini lebih dikenal dengan sebutan menara miring itu. Terowongan tersebut terhubung dengan Benteng Frederik Hendrik yang kemudian dibongkar dan dibangun sebuah Masjid yang kini disebut Istiqlal.

"Kalau mau kita telusuri, ada di bawah Menara Syahbandar dan terowongan itu dalam keadaan terkunci. Saya sendiri dapat informasi dari sebuah buku mengenai jalur bawah tanah di bawah Menara Syahbandar yang bisa tembus sampai mesjid Istiqlal," ujar Wali kota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, beberapa waktu lalu.

Bambang mengaku, mendapat informasi itu dari penjaga museum Bahari di kawasan Menara Syahbandar. Di bawah Menara Syahbandar ada pintu besi yang merupakan lorong atau terowongan menuju Benteng Frederik Hendrik atau Masjid Istiqlal.

Saat ini pintu besi menuju terowongan itu sudah ditutup, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun hal itu dibantah oleh Kepala Seksi Koleksi dan Perawatan Museum Bahari Unit Pengelolaan (UP) Dinas pariwisata, M. Isa Ansyari. Menurutnya tidak ada terowongan yang menghubungkan Menara Syanbandar dengan Masjid Istiqlal.

"Tak ada itu, menara Syahbandar digunakan untuk pemerintah Hindia Belanda untuk menjadi benteng pengawas bagi kapal laut yang masuk melalui pesisir utara," ujar Isa kepada merdeka.com di Menara Syahbandar kemarin, Selasa (30/7).

Baca juga:

Cerita Menara miring Syahbandar jadi penjara bawah tanah

Ida Royani dan Alya Rohali, kecantikan kebanggaan Betawi

Mereka angkat budaya betawi ke kancah Nasional

Mengungkap sejarah Kampung Tugu

Toko Merah, destinasi baru di kawasan Kota Tua [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini