Belum Sempat Terima Upah Rp15 juta, Kurir Sabu Dibekuk Polisi

Sabtu, 31 Agustus 2019 04:34 Reporter : Saud Rosadi
Belum Sempat Terima Upah Rp15 juta, Kurir Sabu Dibekuk Polisi Polisi Bekuk Kurir Sabu. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Mimpi Kenang Hadi Saputra (34), warga Samarinda, Kalimantan Timur, mendapatkan uang Rp15 juta dengan cara mudah hanya dengan jadi kurir sabu sirna. Dia keburu ditangkap, Rabu (28/8) sore, dan dijebloskan ke penjara, setelah tepergok bawa 1 kg sabu dan ribuan butir ekstasi, yang diduga dikirim dari Malaysia.

Hadi ditangkap tim Satreskoba Polresta Samarinda, di Jalan DI Panjaitan, setelah polisi membuntutinya dari kawasan Sei Siring, utara Kota Samarinda. Begitu hendak disergap, dia panik, dan terlihat dia tiba-tiba membuang bungkusan ke tanah.

"Ada bungkusan mencurigakan, dan isinya kita geledah," kata Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono, di kantornya Jalan Slamet Riyadi, Jumat (30/8).

Ada 2 kotak wafer Tango dan kotak susu, dalam bungkusan itu. Salah satunya kotak berisi hampir 1 kg sabu. "Modusnya, di kotak Tango berisi 988 gram sabu senilai Rp1 miliar. Di kotak susu, ada 1.448 butir ekstasi," ujar Dedi.

"Bersama barang bukti, dia langsung kami bawa ke kantor. Dia mengaku disuruh mengambil bungkusan itu dari seseorang, dengan iming-iming upah Rp15 juta. Dia bukan residivis. Ya, kita duga pemain baru," tambah Dedi.

Di kantor polisi, belakangan Hadi bukan hanya sebagai terduga pengedar narkoba. "Hasil tes urine-nya positif. Jadi, sabu itu dia bawa tujuannya ke Samarinda. Kepada siapa, keterangannya masih kami dalami," ungkap Dedi.

Sementara, Hadi mengaku tidak mengenal orang yang menelponnya. Upah Rp15 juta, memang membuat dia tergiur. "Bungkusan berisi sabu itu saya ambil dari orang lain. Komunikasinya lewat HP. Tapi saya juga pemakai (pengguna narkoba)," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini