Belum Kantongi Izin, Aktivitas Reklamasi Lahan Perumahan di Tambun Disetop

Rabu, 16 Oktober 2019 16:10 Reporter : Adi Nugroho
Belum Kantongi Izin, Aktivitas Reklamasi Lahan Perumahan di Tambun Disetop Ilustrasi Penyegelan. ©2019 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja, Kabupaten Bekasi menghentikan aktivitas pengurukan lahan untuk Perumahan Bekasi Green City di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara. Penghentian ini ditengarai karena pihak pengembang belum mengantongi izin reklamasi dari pemerintah daerah.

Kepala Seksi Penegakkan Perda pada Satpol PP Kabupaten Bekasi, Kadarudin mengatakan, penyegelan bermula dari aduan masyarakat tentang aktivitas pengurukan lahan seluas 100 hektare lebih diduga belum mengantongi izin.

"Setelah dikonfirmasi ternyata benar, pengembang belum memiliki izin," ujar Kadarudin di lokasi penyegelan pada Rabu (16/10).

Karena itu, kata dia, aktivitas pengurukan lahan tanpa izin tersebut dianggap melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi nomor 4 tahun 2012 tentang ketertiban umum. Sebagai instansi penegak perda, Satpol PP melakukan penindakan.

Setelah ditutup, kata dia, Satpol PP Kabupaten Bekasi akan melakukan pemantauan supaya pengembang tak lagi menjalankan aktivitasnya menguruk lahan untuk perumahan. Menurut dia, penyegelan dilakukan sampai pengembang menyelesaikan perizinan di Pemkab Bekasi.

"Soal perizinan ada instansi yang lain, kami hanya melakukan penutupan sesuai kewenangan," ujarnya.

Untuk menghentikan aktivitas itu, Satpol PP memasang plang bertuliskan "Kegiatan Ini Disegel". Dalam plang itu terpampang logo Pemkab Bekasi dan Satpol PP. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini