Belum Bayar SPP, Siswi SD Dihukum 'Push Up' Sampai Trauma

Senin, 28 Januari 2019 17:19 Reporter : Nur Fauziah
Belum Bayar SPP, Siswi SD Dihukum 'Push Up' Sampai Trauma Ilustrasi Anak Sekolah. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Gara-gara dihukum oleh pihak sekolah, seorang siswi mengalami trauma. Sebab, anak itu harus melakukan 'push up' sebanyak 100 kali karena belum melunasi uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Siswi itu masih duduk di jenjang sekolah dasar.

Adalah GNS yang merupakan murid kelas IV di salah satu SD di kawasan Bojonggede, Kabupaten, Bogor. Dia mengalami hal itu pada pekan lalu. Saat ini GSN mengalami trauma dan tidak mau bersekolah karena malu.

GNS menceritakan, ketika dia sedang belajar, dihampiri oleh kakak kelasnya. Dia diminta untuk menghadap kepala sekolah. Kemudian dia pun memenuhi panggilan tersebut.

"Yang nyuruh kepala sekolah. Gara-gara belum dapat kartu ujian, belum bayaran," katanya di rumahnya di Kampung Sidamukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok.

Dia pun merasa sangat sedih atas peristiwa tersebut. Sebelumnya GNS pernah juga mengalami hal serupa. Namun saat itu, dia hanya diminta push up 10 kali saja. Namun hukuman terakhir kemarin yang dia jalani membuatnya merasa sakit.

"Perutnya sakit habis disuruh push up," ceritanya.

GNS pun menjadi tidak mau bersekolah di sekolah tersebut. Karena dia takut jika nanti disuruh push up lagi jika belum bayar SPP. "Saya takut, takut disuruh push up lagi," ungkapnya.

Pihak keluarga pun berencana memindahkan GNS ke sekolah lain. Karena GSN sudah benar-benar tidak mau sekolah di sekolah tersebut.

"Ya kami sangat menyayangkan kejadian ini. Semoga enggak ada lagi yang kaya adik saya. Kasihan sudah 10 hari enggak mau sekolah. Ketemu orang saja takut, trauma," ucap sang kakak yang enggan disebutkan namanya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini