Belajar dari Pandemi, Jokowi Akui Belanja Teknologi Diperlukan untuk Investasi

Selasa, 4 Mei 2021 12:05 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Belajar dari Pandemi, Jokowi Akui Belanja Teknologi Diperlukan untuk Investasi Jokowi Bertemu dengan Keluarga Awak KRI Nanggala-402. ©2021 Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran yang luar biasa dalam perencanaan pembangunan. Salah satunya, penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir yang semakin berkembang. Sebab itu, belanja teknologi harus dilakukan sebagai belanja investasi sehingga bisa terasa manfaatnya oleh masyarakat dan negara.

"Belanja teknologi harus diperlukan sebagai belanja investasi, kita garisbawahi ini harus jelas manfaatnya terutama manfaat publik," katanya saat memberikan arahan dalam peresmian pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan nasional tahun 2021, melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/5).

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan, belanja teknologi juga harus dihitung kegunaan serta kontribusi untuk perkembangan teknologi di dalam negeri.

"Harus dihitung return of investment-nya, sehingga bisa berkelanjutan terus," tambahnya.

Dia pun berkaca di dunia kesehatan, pada saat pandemi diperlukan teknologi yang mumpuni. Sebab untuk saat ini, teknologi kesehatan pun semakin berkembang, yaitu mulai dari pemeriksaan dan konsultasi medis jarah jauh.

"Heatlh tech akan semakin berkembang demikian pesatnya lebih dari pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh. Tapi juga pemanfaatan artificial intelligence untuk diagnosis, untuk pelaksanaan pengobatan, untuk precision medicine hingga tindakan operasi jarak jauh, segera ini bisa dilakukan di manapun," bebernya.

Tidak hanya itu, kata Jokowi, di bidang pendidikan saat pandemi pun dibutuhkan akselerasi untuk mempercepat pelaksanaan pembelajaran. Sebab itu diperlukan teknologi agar pembelajaran bisa berjalan.

Dia juga menjelaskan akses pembelajaran saat ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, serta peran guru dan sekolah lebih sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi merdeka belajar para anak didik.

"Harus responsif terhadap disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat, harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul sangat cepat, tidak kita duga, harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kembalinya ke sini," bebernya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini