Belajar bahasa asing di tempat kursus tak jamin bikin efektif

Jumat, 11 Maret 2016 13:19 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Belajar bahasa asing di tempat kursus tak jamin bikin efektif Jurnalis Ilustrasi kursus bahasa. ©AFP PHOTO/abbas momani

Merdeka.com - Mengajar memakai cara konvensional kerap membuat orang bosan. Apalagi cara itu tidak sepenuhnya diterima secara efektif. Namun, di era digital semuanya begitu mudah. Terutama bagi ingin kursus bahasa asing.

Proses pemberian materi antara pengajar dan siswa juga kerap terkendala waktu. Sehingga tidak menutup kemungkinan bisa mengganggu para siswa mendapat pelajaran seutuhnya.

"Bukan itu saja, kualitas pengajar dan tempat kursus juga tidak selalu menjamin Anda dapat belajar dengan efektif," kata CEO Squline, Tomy Yunus Tjen, dalam keterangannya, Kamis (11/3).

Pihaknya melihat metode konvensional itu kerap membawa orang pada kebosanan. Sehingga, Squline memberikan kursus bahasa mandarin maupun inggris secara online. Ini dipelopori dua orang Indonesia yang memiliki visi bahwa dalam era digital proses belajar antara guru dan murid tidak perlu dibatasi jarak dan waktu lagi.

SquLine, kata dia, juga dihadirkan untuk mereka yang sudah sibuk atau memiliki kegiatan sehari-hari begitu padat. Maka itu banyak orang sulit meluangkan waktu mengikuti kursus bahasa asing.

Produknya ini merupakan website buatan anak bangsa. Pihaknya lebih mengandalkan sistem belajar online agar para siswa bisa meluangkan waktu untuk mendapat ilmu dalam mempelajari bahasa asing.

"SquLine mengkombinasikan pengajaran secara tatap muka 1 on 1 dengan guru professional dan konten pembelajaran multimedia sehingga murid-murid bisa menghadiri kelas di rumah, kantor, maupun di tempat-tempat favorit asal terhubung internet," ujarnya.

Tomy berharap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, orang Indonesia tak lagi sulit pelajari bahasa asing.

Bukan hanya untuk konsumen dalam negeri, pihaknya juga tengah mengupayakan mampu menjangkau para warga negara asing. "Saat ini produk kami fokus pada kursus online bahasa Mandarin dan English. Squline juga akan segera meluncurkan Bahasa Indonesia untuk pengguna di luar negeri dan expatriate di Indonesia," katanya.

Dimulai sejak tahun 2013, SquLine kini memiliki office di Jakarta, Beijing, dan Manila dengan total lebih dari 60 pengajar asing bersertifikat. Selain itu, pihaknya juga memiliki ribuan users di seluruh Asia Tenggara, terutama indonesia.

Saat ini beroperasi di tiga negara, Jakarta sebagai pusat pemasaran dan tim support kami, Beijing dan Manila sebagai basis pengajar asing kami. "Squline memiliki ribuan pengguna dari Indonesia dan juga luar Indonesia seperti Filipina Thailand, China, dan USA karena relatif lebih rendah dibandingkan website serupa dinegara lain," terangnya. [ang]

Topik berita Terkait:
  1. Belajar Bahasa
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini