Begini Pelecehan yang Diterima Pria Disekap di Apartemen Setiabudi Jaksel

Selasa, 6 April 2021 18:11 Reporter : Nur Habibie
Begini Pelecehan yang Diterima Pria Disekap di Apartemen Setiabudi Jaksel Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pria viral di media sosial. Ia meminta pertolongan lantaran disekap di sebuah Apartemen kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan oleh pelaku yang disebut-sebut bernama Andy Chun Chun.

Kejadian itu, ia sebut telah dilaporkan ke Polsek Setiabudi.

Dikonfirmasi, Kapolsek Setiabudi AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, pihaknya telah memeriksa pria yang merasa jadi korban tersebut. Kejadian pelecehan itu terjadi berawal saat korban ditawari pekerjaan.

"Intinya pelapor ditawarin kerjaan sama temennya, terus diajak nginep di tempat terduga pelaku," kata Yogen saat dihubungi merdeka.com, Selasa (6/4).

Di tempat terlapor itulah, yang mana korban mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh terduga pelaku.

"Di sana katanya dipegang-pegang alat vitalnya kalau tidur. Kalau lagi mandi dan BAB suka dibuka pintunya," jelasnya.

Sebelumnya, akun instagram @deeditj mengunggah seorang pria yang meminta pertolongan karena telah dilecehkan dan disekap.

"Pelecehan seksual. Tolong report akun ini pelecehan seksual, sudah banyak korban, pelaku bernama Andy Suryo Wibowo dikenal sebagai Andy Chun Chun. Kalau ada yang merasa jadi korban tolong kasih info, dan please share photo ini, karena live video sudah ditake down oleh pihak Instagram karena si pelaku sendiri yang mereport!!," tulis akun tersebut.

Kemudian, ia menyayangkan saat melapor ke Polsek Setiabudi, dirinya mengaku tidak dilayani dengan baik. Informasi ini diunggah oleh akun Instagram @deeditj.

"Saya cuma mau kasih tahu kalau saya sudah melaporkan kasus saya ini ke polsek setia budi kemarin malam, mereka tidak melayani saya dengan baik, mungkin karena yang melecehkan pria dan yang dilecehkan pria. Mereka tidak menanyakan sama sekali nama pelaku siapa! Dan saya tidak tau laporan saya semalem diteruskan atau tidak. Semoga hukum di Indonesia tidak pandang bulu," tulis akun tersebut yang dikutip merdeka.com, Selasa (6/4).

Menanggapi hal itu, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, jika informasi tersebut tidaklah benar. Menurutnya, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dengan baik.

"Yang bersangkutan memang datang ke Polsek melaporkan dugaan pelecehan, dan sudah diterima dengan baik oleh penyidik saat konsultasi kasus dan juga pelapor sudah dibuatkan Berita Acara Interview/Wawancara oleh petugas piket," kata Yogen.

Ia pun menjelaskan, pihaknya memang sempat tak menerima laporan itu secara langsung. Hal ini dikarenakan, polisi lebih dulu meminta kepada pelapor untuk melengkapi sejumlah berkas laporan yang dibuatnya itu.

"Penyidik menilai masih kurangnya syarat formil dan materil untuk melaporkan tindak pidana, penyidik menyarankan untuk kembali sambil melengkapi alat bukti maupun saksi-saksi," jelasnya.

Sehingga, apa yang telah disampaikan dalam media sosial tersebut tidaklah benar. Karena, pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut meski belum lengkapnya berkas laporan.

"Sambil penyidik berkoordinasi dengan unit PPA Sat Reskrim Polres Jaksel. Jadi apa yang disampaikan saudara DT tidak benar," tegasnya.

Tak hanya berkoordinasi dengan unit PPA saja, pihaknya juga telah meminta klarifikasi terhadap terduga terlapor terkait kasus yang menyeret namanya. Kejadian ini sendiri sudah dilaporkan ke pimpinannya yakni Kapolres Metro Jakarta Selatan.

"Kemarin yang diduga terlapor juga sudah kita jemput dan buat klarifikasi di Polsek," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini