Begini Kondisi Mental Istri Ferdy Sambo, Suka Menangis hingga Butuh Psikiater

Kamis, 11 Agustus 2022 06:31 Reporter : Rahmat Baihaqi
Begini Kondisi Mental Istri Ferdy Sambo, Suka Menangis hingga Butuh Psikiater Potret Istri Ferdy Sambo. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai tragedi mengenaskan yang menewaskan Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat, kondisi mental stri Ferdy Sambo, Putri Candrawati atau PC dikabarkan masih dalam keadaan terguncang.

Kabar terbaru, usai tim Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bertamu ke rumah istri Sambo di Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan pada Selasa (9/8), kondisi mental PC sudah memprihatinkan hingga membutuhkan psikiater untuk mengobatinya.

"Kondisi Ibu P suka menangis, murung, tidak bisa memberi keterangan. Tentu ada hal lain yang spesifik diobservasi oleh psikiater," ucap Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi, Rabu (10/8).

Edwin mengungkapkan, terlepas dari permohonan perlindungannya ke LPSK hal tersebut tidak dapat diabaikan. Mengingat sudah terhitung sebulan dari kejadian penembakan yang menewaskan Brigadir Yosua.

"Secara pribadi butuh penanganan dokter psikiater. Menurut psikiater kami memang butuh penguatan mental ya dan itu bukan dilakukan oleh psikolog, tetapi psikiater karena dia butuh pengobatan," tegas Edwin.

Terlepas dari posisi Putri yang berkaitan dengan proses hukum, kata Edwin, situasi psikis mental istri Sambo merupakan suatu kebutuhan untuk segera dipulihkan.

Hal tersebut yang menyebabkan tes asesmen terhadap Putri tidak diperlukan lagi. "Iya kita anggap selesai karena enggak bisa dilanjutkan," tutur Edwin.

2 dari 4 halaman

"Artinya juga menurut pandangan dari psikolog kami kalaupun dilakukan lagi tidak akan banyak yang berubah. Yang dibutuhkan saat ini untuk ibu P adalah berobat saat ini," tambahnya.

Diketahui pada Kamis (14/7), LPSK menerima permohonan pengajuan perlindungan yang diajukan istri Ferdy Sambo. Surat permohonan itu dilayangkan sekitar sepekan sejak insiden baku tembak Brigadir J dan Bharada E yang terjadi di rumah Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) lalu.

"Itu tanggal 14 (Kamis) kemarin pengajuannya. Memang itu kan sejak hari Selasa (12/7) kami sudah proaktif ya. Hari Senin (11/7) pertama beritanya muncul," tuturnya.

Pada Rabu (27/7) istri Ferdy Sambo diagendakan untuk mengikuti tes asesmen yang dilakukan oleh LSPK. Namun PC tidak bisa hadir dengan alasan masih menjalani perawatan intensif oleh psikolog klinis.

Kuasa Hukum Keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis mengatakan rencananya akan berkoordinasi dengan LPSK agar proses asesmen psikologi terhadap PC dilakukan di rumah Ferdy Sambo atau di kantor LPSK. Namun keputusan itu menunggu hasil pemeriksaan psikolog.

"Iya di rumah atau di LPSK dan tergantung dari hasil konsultasi dengan psikolog yang menangani," ucap Arman saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).

3 dari 4 halaman

Arman belum bisa memastikan kapan perawatan psikologi terhadap PC selesai. Menurutnya, hal itu hanya diketahui psikolog yang menangani PC.

PC sudah tiga kali diperiksa penyidik Kepolisian. Kondisinya masih terguncang akibat peristiwa penembakan berakhir dengan tewasnya Brigadir J.

"Ibu PC selama saya lihat, setiap hari saya bertemu, Ibu PC masih dalam keadaan terguncang dan trauma berat," kata Arman.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya selalu didampingi psikolog klinis yang ditunjuk Polda Metro Jaya untuk berkomunikasi dengan PC.

Hal tersebut dikarenakan PC yang hanya bisa berkomunikasi dengan psikolog klinis. Ketika berkomunikasi secara langsung, Arman mengatakan PC cenderung diam atau menangis.

"Setiap ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan selalu melalui psikolog klinis. Ini harus saya sampaikan bahwa yang menangani adalah psikolog klinis yang ditunjuk Polda Metro Jaya. Jadi, setiap hari saya lihat kondisinya masih sulit untuk berkomunikasi," tutur Arman.

Saat pertama kali muncul di hadapan publik, PC memohon doa agar mampu melewati segala cobaan yang tengah dihadapi keluarganya.

"Saya bersama anak-anak, saya mempercayai dan tulus mencintai suami saya," kata dia di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Minggu (7/8).

Dia pun berharap doa agar mampu menjalani situasi sulit saat ini. Dia ikhlas dan memaafkan segala perbuatan yang dilakukan kepada keluarganya.

PC tak menyinggung nama siapapun dalam hal ini. Termasuk Brigadir J yang dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap dirinya.

"Saya mohon doa agar kami sekeluarga dapat menjalani masa yang sulit ini. Dan saya ikhlas memaafkan segala perbuatan yang kami sekeluarga alami," tegas dia.

Terkait kondisi mental PC ini juga diungkapkan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) 07 RW 02 Jalan Saguling, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Yosef.

Dia mengatakan, PC terus menangis di dalam kamar. "Iya dia menangis terus di kamar, susah kita berkomunikasi," kata Yosef.

4 dari 4 halaman

Yosef mengatakan, dirinya diminta ikut hadir dalam proses penggeledahan bersama tim penyelidikan pada Selasa kemarin (9/8). Keadaan PC terlihat baik-baik saja, namun pengacara menyebut dia menangis terus di dalam kamar.

Ketika memasuki rumah di Jalan Saguling III itu, Yosef melihat ada beberapa orang, yakni pengacara, polisi wanita (Polwan), dan pihak Bareskrim. Mereka ikut dalam proses penggeledahan yang berlangsung selama sembilan jam.

Di rumah itu juga ada kedua anak Ferdy Sambo dan PC, yakni seorang anak perempuan dan anak lelakinya paling kecil berumur 1,5 tahun bersama pengasuhnya.

Menurut Yosef, keluarga Ferdy Sambo tinggal di rumah tersebut kurang lebih setahun, sehingga belum terlalu mengenal kawasan Jalan Saguling.

Yosef juga mengaku tak bisa berkomunikasi dengan Putri lantaran hanya mengikuti tim penyelidik. Ia juga mengatakan seluruh ruangan telah digeledah mulai jam 15.00 WIB sampai 01.00 WIB.

Dia mengatakan, barang yang diambil tim penyidik kepolisian berupa satu kotak dan catatan yang lengkap. "Ada satu kotak itu dibawa ada catatannya semua lengkap. Kita juga ikutin sampai akhir, lengkap," tuturnya.

Baca juga:
Komnas HAM: Kita Tidak Saling Berlomba dengan Polri Usut Kasus Brigadir J
Pembunuhan Berencana di Balik Runtuhnya Skenario Kematian Brigadir J
Senjata Ajudan Ferdy Sambo Pencabut Nyawa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini