Begini cara Surabaya Black Hat jebol satu situs dalam 5 menit

Selasa, 13 Maret 2018 19:31 Reporter : Ronald
Hacker. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, tiga pelaku KPS, NA, dan ATP, yang diamankan Polda Metro Jaya dan Polrestabes Surabaya hanya butuh waktu lima menit untuk lakukan aksinya. Selama ini, sudah ribuan website diretas oleh pelaku baik dalam dan luar negeri.

"Biasa dalam sekali meretas hanya membutukan waktu lima menit," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3).

Katanya, jaringan peretas ini berasal dari Surabaya atau kelompok Surabaya Black Hat (SBH). Di mana menggunakan PayPal dan Bitcoin sebagai metode pembayaran mereka. Sebab, menurut para pelaku, PayPal dan Bitcoin sudah lumrah digunakan oleh para hacker di dunia sebagai alat pembayaran atau transaksi.

"Ya ini memang (PayPal dan Bitcoin) diakui oleh seluruh hacker di dunia, jadi sudah universal penggunaan bitcoin dan paypal bagi mereka," katanya.

"Dia akan terkoneksi dengan rekening bank, kan itu masalahnya, tetap rekening itu pada akhirnya tetep terkoneksi dengan rekening bank," sambungnya saat ditanya prihal pencairan di Indonesia.

Roberto menjelaskan motif dari tiga pelaku ini karena faktor ekonomi. Mereka mengaku, selama menjalankan aksi peretasan tersebut bertindak atas keinginan pribadi.

"Karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka dalam menjalankan aksinya atas keinginan pribadi," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaku menggunakan metode SQL Injection.

"Jadi metode SQL Injection itu atau bahasa codingnya dari belakang, mereka masuk ke suatu sistem keamanan lewat jalur belakang bukan dari jalur depan tentu itu harus ada izin dulu dari perusahaan yang bersangkutan," pungkasnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini