Begini cara pemerintah antisipasi kemacetan Brexit saat arus mudik

Senin, 19 Juni 2017 10:09 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Begini cara pemerintah antisipasi kemacetan Brexit saat arus mudik Kemacetan di Brexit Indonesia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembenahan arus mudik Lebaran yang menjadi perhatian tahun ini, yakni jalan tol. Pintu keluar Brebes Timur (Brexit) tahun lalu yang menelan korban jiwa jangan sampai terulang.

Beberapa strategi dilakukan agar Brexit siap menyambut kedatangan para pemudik.

Staf ahli Kementrian Perhubungan Buyung Lalana mengatakan, beberapa upaya pembenahan sudah dilakukan agar kondisi pintu keluar Brexit sudah berbeda dibanding tahun lalu. Caranya, kali ini ada tambahan sepuluh pintu keluar dari Brebes Timur hingga Weleri, Kendal.

"Selain memang adanya tambahan, sistem buka tutup nantinya bakal dilakukan. Peristiwa Brexit tahun lalu salah satunya dipicu karena semua pintu tol dibuka. seperti Cikopo hingga Martapada, Cirebon dibuka. Sehingga tidaka ada gate lagi yang menahan arus lalin (menuju Jawa Tengah)," ujar pria yang akrab disapa Buana itu, di Bandung, Senin (19/6).

"Kami sudah koordinasi dengan Korlantas untuk deteksi dini, kalau ada kemacetan disatu titik, Dishub akan menggunakan sistem tahan. Ditahan agar terurai. Jadi tidak tertumpuk di satu pintu," ucapnya lagi.

Dia mengakui, pemudik tahun ini akan lebih membludak karena prediksi akan ada peningkatan 14 persen dibandingkan tahun lalu. Titahnya pada semua petugas, khususnya staf ahli, staf khusus dan pejabat tingkat esselon I bersiaga, tidak ada yang cuti. ‎ "Sesuai instruksi dari pak menteri, kami harus sedini mungkin tahu masalahnya. Untuk itu, kami terus lakukan koordinsi yang ketat, antara kabupaten dan kota. Nanti ketika pelaksanaan pun akan saling share informasi. Kita berharap tidak ada insiden," terangnya.

Adapun jika tindakan emergency harus diambil, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi dan lembaga terkait. Saat dalam kondisi darurat langkah cepat harus diambil. "Kami sudah kerja sama dengan Basarnas. Basarnas akan menggunakan helikopter untuk memberikan bantuan disatu titik jika ada kondisi gawat darurat," terangnya.

Begitu juga tragedi kehabisan bensin akibat kemacetan di jalan, yang sudah menjadi evaluasi bersama. "Jadi nanti Korlantas akan menggunakan motor jika ada mobil kehabisan bensin," tandasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini