Begini cara keponakan Setnov agar tak terlacak perbankan Indonesia

Kamis, 11 Januari 2018 16:52 Reporter : Yunita Amalia
ilustrasi sidang tipikor. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sejumlah saksi dalam sidang kasus korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Dalam persidangan tersebut, jaksa mengungkap pola transaksi uang yang berasal dari Biomorf Mauritius yang diperuntukkan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan Setya Novanto.

Juli Hira, swasta yang bergerak di bidang money changer, mengakui pihaknya menerima transfer dari sebuah Biomorf. Uang tersebut kemudian digunakan untuk barter dengan Rizwan, manajer money changer PT Inti Valuta sekaligus rekan Juli Hira.

"Terkait rekening di Singapura pernah terima uang dari Biomorf?" tanya jaksa penuntut umum Irene Putri kepada Juli saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

"Pernah," jawab Juli.

"Untuk apa?" Tanya jaksa.

"Untuk barter sama Irvan," ujarnya.

Namun, jaksa penuntut umum mengungkap uang transfer yang diperoleh Juli Hira tidak diteruskan kepada Rizwan sebagai barter kepada Irvanto. Melainkan, uang barter USD 2,6 juta Irvanto merupakan uang dari Rizwan.

Sebagai gantinya, Rizwan memperoleh transfer dari Juli Hira. Uang tersebut digelontorkan oleh Biomorf Mauritius yang mengalir ke sejumlah klien money changer.

Dari transaksi barter tersebut, tidak tercatat di perbankan Indonesia. Sebab, uang yang diperoleh Irvanto berasal dari Rizwan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Nunuy Kurniasih, karyawan di perusahaan money changer Juli Hira.

"Jadi uang yang proses di Indonesia pakai dana di Indonesia," tanya jaksa Ariawan Agustiartono kepada Nunuy.

"Iya," jawab Nunuy.

"Tidak tercatat di transaksi di Bank Indonesia?" Tanya jaksa mengonfirmasi.

"Ya," jawab singkat Nunuy. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini