Begini cara bertahan hidup saat pendaki tersesat di gunung

Kamis, 26 Mei 2016 08:20 Reporter : Juven Martua Sitompul
Begini cara bertahan hidup saat pendaki tersesat di gunung tim merdeka.com mendaki gunung semeru. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Bagi sebagian besar masyarakat saat ini mendaki gunung adalah satu kegiatan yang asik untuk menghabiskan waktu senggang. Tidak sedikit anak muda yang latah atau ikut-ikutan naik gunung tanpa pengetahuan dan persiapan yang cukup.

Untuk mencapai puncak gunung, pendaki wajib menaklukkan beberapa jalur yang sulit bahkan mematikan. Tersesat atau terpisah dari rombongan juga bukan hal yang tidak mungkin dialami oleh setiap pendaki.

Yandi (26), salah satu anggota pecinta alam mengaku pernah tersesat di gunung Kendang, Bandung Selatan, Jawa Barat. Selama dua hari tanpa adanya bantuan, dia bertahan hidup untuk keluar dari gunung tersebut.

"Pernah tersesat di gunung Kendang selama dua hari. Tanpa ada bantuan saya bisa lolos," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Rabu (25/5).

Yandi menceritakan ada beberapa hal yang membuatnya bisa bertahan selama dua hari tersesat. Bersikap tenang dan sedikit paham tentang gunung yang didaki menjadi hal penting untuk keluar dari situasi tersebut.

"Kenali diri sendiri, kita harus tau kalau kita ini pemula atau orang yang sudah berpengalaman," ujar dia.

Bagi pendaki pemula yang tersesat, Yandi menyarankan agar tetap diam dan berusaha membuat camp (tempat kemah) sampai tim penolong datang. Pendaki tidak boleh bersikap arogan dengan menganggap jalur pendakian mudah dijangkau.

"Kalau pemula sebaiknya diam di tempat dan membuat camp sambil menunggu bantuan. Karena ini bisa membantu pendaki berpikir jenih dan bisa menyiapkan segala sesuatunya. Harus yakin bantuan pasti datang," kata dia.

Yandi juga memberikan beberapa tips saat pendaki kehabisan makanan di gunung. Pendaki disarankan mencari makanan berupa tumbuh-tumbuhan atau hewan dengan catatan, ketika meninggalkan camp, pendaki harus meninggalkan jejak agar lebih mudah kembali ke camp.

Dia mengatakan di gunung, pendaki bisa mengkonsumsi kentang, singkong, batang pisang, rebung atau tebu. Bahkan, dalam keadaan terdesak pendaki juga bisa memilih jamur sebagai cadangan makanan.

"Kalau masih punya logistik makanan sih sebaiknya diatur, diirit-irit. Paling penting perbanyak cadangan air buat minum," ujar dia.

Menurut jebolan Universitas Pasundan (Unpas) ini ada beberapa catatan yang mesti diingat pendaki saat memilih tumbuh-tumbuhan untuk dikonsumsi. Pendaki, dilarang keras memilih tumbuh-tumbuhan yang bergetah dan berbulu untuk dimakan karena biasanya beracun.

"Misalkan enggak percaya sama tumbuhan itu cara ngetesnya, daun itu gesekan ke kulit telapak tangan kalau gatal artinya harus dihindari jangan dimakan," terang dia.

Saat pendaki kehabisan pasokan air, pendaki bisa menemukan air di beberapa lokasi. Di antaranya, sungai, embun yang menempel di daun-daun, lengkungan batu, atau dari hasil perasan lumut.

Sementara bagi pendaki yang memiliki pengalaman, Yandi yakin para pendaki lebih tau apa yang harus dilakukan saat tersesat. "Cuma biasanya, kesalahan orang yang berpengalaman itu satu, dia ngerasa senior dan sosoan cari jalan sendiri. Padahal itu yang bahaya," tegasnya.

Yandi melanjutkan, jika selama tiga sampai tujuh hari belum mendapat bantuan, pendaki disarankan mencari jalan keluar sendiri. Pendaki tidak boleh panik dan harus optimis jalur yang ditempuh itu, bisa mengantarkannya keluar dari gunung.

"Jangan panik, kalau selama tiga sampai tujuh hari ngerasa belum ada yang nyari lakukan cara sendiri. Misalnya, cari jalan sendiri dengan catatan percaya kalau jalan itu bisa nganter dia keluar dari gunung itu," pungkas Yandi. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pendaki Hilang
  3. Pendaki Gunung
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini