Bebas dari Kebakaran Hutan Lahan, 30 Desa di Riau Dapat Rp4,25 Miliar

Kamis, 27 Juni 2019 14:17 Reporter : Abdullah Sani
Bebas dari Kebakaran Hutan Lahan, 30 Desa di Riau Dapat Rp4,25 Miliar 30 Desa di Riau bebas kebakaran hutan lahan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 30 desa di lima kabupaten se-Riau terbebas dari kebakaran hutan dan lahan. Padahal area lahan yang rawan dan berpotensi terjadinya kebakaran di sana mencapai 600.000 hektare. Namun masyarakat di desa-desa itu berhasil menjaga wilayah mereka agar tidak terjadi kebakaran lahan.

karena keberhasilan tersebut, 30 desa mendapat hadiah serta reward sebesar Rp4,25 miliar dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

"30 desa menjadi peserta tahap desa bebas api yang mencakup wilayah 600.000 hektare," ujar Direktur Utama PT RAPP Sihol Aritonang, Pekanbaru, Kamis (27/6).

Menurut Sihol, program Desa Bebas Api atau fire free village Programme (FFVP) RAPP sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Program tersebut merupakan bentuk dukungan PT RAPP dan April Group dalam membantu pemerintah mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. Program itu kini telah berjalan di lima kabupaten yang rawan Karhutla seperti Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Meranti dan Siak.

"Desa yang berhasil membebaskan diri dari Karhutla akan memperoleh bantuan. Jadi bukan dalam bentuk uang, tapi kita bangunkan infrastruktur sesuai keinginan masing-masing desa senilai Rp100 juta," jelas Sihol.

Ternyata, program itu berhasil menumbuhkan kepedulian masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan akan bahaya dan dampak dari api, terutama penggunaan metode tebang bakar (slash and burn) untuk membuka lahan pertanian. Mereka berlomba-lomba untuk menjaga desanya.

Sihol menyebutkan, tingkat insiden kebakaran setiap tahun di daerah FFVP terus berkurang. Pada tahun 2014, area yang terbakar mencapai 0,18 persen dari total area yang dicakup.

Berikutnya di tahun 2015, 2016, dan 2017 turun masing-masing menjadi 0,01 persen, 0,07 persen dan 0,03 persen. Pada 2018, area yang terbakar kembali berkurang menjadi 0,02 persen dari total area yang dicakup.

"Pada 2019 ini, Program Desa Bebas Api diperluas dengan kembali merangkul sembilan desa baru. Program ini turut melibatkan PT Sumatera Riang Lestari yang merupakan partner perusahaan kertas terbesar di Riau tersebut," kata Sihol.

Dari sembilan desa, tiga desa di antaranya merupakan binaan RAPP yaitu Rangsang, Sungai Ara dan Pangkalan Terap yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan. Sementara enam desa berada di bawah SRL yaitu Kelurahan Terkul dan Batu Panjang di Kabupaten Bengkalis, Tanjung Medang dan Sungai Gayung Kiri di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Teluk Kiambang dan Karya Tunas Jaya di Kabupaten Inhil.

Selain merangkul sembilan desa baru, perusahaan turut memberikan penghargaan sebesar Rp100 juta yang digunakan untuk keperluan pembangunan infrastruktur desa setempat. Kesembilan desa tersebut yaitu Dedap, Kudap, Bagan Melibur, Mayang Sari, Mekar Sari, Mekar Delima, Pelantai, Bumi Asri dan Teluk Belitung.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau Ervin Rizaldi mengatakan, program yang dijalankan oleh RAPP dan mitra turut andil dalam membantu menekan angka Karhutla di wilayah itu.

Sebab, kata Ervin, dalam catatan pemerintah, sepanjang tiga tahun terakhir dia mengatakan Riau bebas dari kabut asap yang selama 18 tahun membelenggu Bumi Lancang Kuning.

"Tiga tahun terakhir kita tidak alami kebakaran hebat. Meskipun ada namun tidak mengganggu penerbangan, tidak menyebabkan anak libur sekolah dan ekonomi berjalan dengan baik," kata Ervin.

Rizaldi berharap program tersebut dapat terus ditingkatkan dengan menjangkau lebih banyak desa yang rawan Karhutla. Menurutnya, sebagian besar desa-desa di Riau berada di atas tanah gambut sehingga sangat rawan terbakar saat memasuki musim kemarau. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini