Bawaslu: 33 Pengawas Meninggal Usai Bertugas Saat Pemilu

Selasa, 23 April 2019 15:10 Reporter : Lia Harahap
Bawaslu: 33 Pengawas Meninggal Usai Bertugas Saat Pemilu Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat sebanyak 33 orang pengawas pemilu meninggal dunia saat mengamankan proses pencoblosan 17 April lalu. Selain itu, 566 orang pengawas lainnya mendapat musibah beragam saat menjalankan tugas pengawasan pemilu.

Dikutip dari Antara, Selasa (23/4), dalam keterangan tertulisnya, Bawaslu menyatakan petugas yang meninggal terpantau di 26 kabupaten/kota di 10 provinsi. Sedangkan jumlah terbanyak di Jawa Barat yakni 10 orang.

Sedangkan pengawas pemilu mengalami kekerasan dalam bertugas, yakni 19 orang yang tersebar di 16 kabupaten/kota di 11 provinsi. Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur menjadi daerah paling banyak pengawas pemilu mendapat kekerasan, masing-masing dua orang.

Sedangkan 117 orang pengawas pemilu yang tersebar di 66 kabupaten/kota di 22 provinsi mengalami kecelakaan dengan jumlah paling banyak Jawa Timur, yakni 22 orang.

Selain itu, 160 orang pengawas pemilu yang tersebar di 77 kabupaten/kota di 22 provinsi menjalani rawat inap. Jumlah terbanyak terdapat di Sulawesi Selatan dengan 22 orang pengawas pemilu.

Selanjutnya, untuk rawat jalan, terdapat 273 orang pengawas pemilu di 84 kabupaten/kota di 23 provinsi yang menjalani rawat jalan. Paling banyak ada di Jawa Timur, sebanyak 40 orang.

Bawaslu menyatakan berduka atas banyaknya pengawas pemilu yang tertimpa musibah saat menjalankan tugas tersebut. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini