Bawa Surat Keterangan Swab Negatif Palsu, Erwin Diamankan Polisi

Minggu, 9 Mei 2021 01:00 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Bawa Surat Keterangan Swab Negatif Palsu, Erwin Diamankan Polisi Polisi amankan calon penumpang pesawat dengan surat tes Covid-19 palsu. ©2021 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Polsek Semarang Barat mengamankan seorang calon penumpang pesawat bernama Erwin Ahmad (51). Ia ditangkap di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, karena melakukan pemalsuan dokumen berupa surat keterangan hasil swab PCR.

"Jadi beliau ini buat sendiri. Menurut pengakuan cari di google," kata Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novita Sari, Sabtu (8/5).

Dia menyebut kejadian bermula ketika ada seorang calon penumpang datang ke Bandara Jenderal Ahmad Yani pada Sabtu 8 Mei 2020 hendak melakukan penerbangan dengan pesawat Garuda ke Jakarta. Petugas KKP yang curiga surat yang dibawa Erwin menunjukkan negatif covid-19.

"Petugas curiga ada dugaan surat itu palsu. Sebab hasil swab PCR butuh waktu 6 jam. Sedangkan laboratorium baru buka jam 08.00. ini jelas tidak mungkin dibawa pagi untuk ke Jakarta," jelasnya.

Dalam penanganan kepolisian bersama KKP juga berkoordinasi dengan Intibios Lab yang suratnya palsu. Ternyata tidak ada nama Erwin dalam orang-orang yang melakukan tes.

"Kita sudah minta konfirmasi ke laboratorium atas nama (Erwin Ahmad) ini tidak ada," jelasnya.

Mengetahui tidak adanya data nama dalam hasil laboratorium tersebut, kemudian petugas mengamankan Erwin Ahmad ke Polsek Semarang Barat.

"Pelaku masih kita periksa dan juga akan dilakukan tes antigen untuk mengetahui kondisi yang bersangkutan. Akibat kejadian tersebut pelaku terancam dijerat Pasal 263 dan 268 KUHP tentang pemalsuan surat-surat dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara," pungkas Dina Novita Sari.

General Manager Intibios Lab, Benidektus Widyatmoko mengatakan surat yang dipalsukan pelaku ini merupakan model lama. Sebab surat yang baru ada barcode dan tidak bisa dipalsukan karena langsung terhubung dengan data di Lab.

"Sebetulnya kena dua kali satunya Gilimanuk. Tapi tidak tertangkap karena melarikan diri. Yang baru ada scan barcode, tidak bisa dipalsukan," kata Benidektus Widyatmoko. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penipuan
  3. Covid 19
  4. Semarang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini