KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bawa bom ke Rumah Makan Celengan, Agus sempat pesan segelas teh

Selasa, 29 Agustus 2017 15:30 Reporter : Andrian Salam Wiyono
rekonstruksi terduga teroris di rumah makan celengan bandung. ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Terduga teroris Agus Wiguna (21) membeli segelas teh di Rumah Makan Celengan yang ada di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung. Sambil menunggu pesanan teh datang, Agus mencoba meledakan bom panci seberat 5 kilogram yang sudah dirakitnya.

Bom disimpan di dalam tas ransel itu justru tidak sesuai rencana Agus yang memang ingin jadi pengantin. Bom yang sudah diatur dalam kondisi on tak kunjung meledak. Selama 20 menit lamanya di dalam akhirnya Agus pergi meninggalkan lokasi.

Hal itu terungkap dalam rekonstruksi yang digelar penyidik Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Rumah Makan Celengan, pada Selasa (29/8). Rekonstruksi menghadirkan langsung tersangka Agus Wiguna.

"‎Kita rekonstruksi untuk melihat langsung kondisi sebenarnya. Rekonstruksi diperankan langsung oleh AW. Kita lihat sendiri dia datang ke sini sendiri untuk melancarkan aksinya tapi tidak meledak bomnya," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus disela-sela rekonstruksi.

Upaya meledakan Rumah Makan Celengan gagal, Agus bertolak ke tempat yang menjadi sasaran keduanya, yakni Kafe yang ada dipersimpangan Jalan Braga-Jalan Suniaraja. Di sana Agus juga masuk dan berbaur dengan pengunjung kafe berkonsep beer house. "Di dalam kafe juga tidak meledak," jelasnya.

Barulah Agus bertolak ke masjid untuk kembali melihat rangkaian bom panci yang disediakan. Kepada penyidik bom tidak meledak lantaran, ada komponen yang masih basah. Sehingga bom panci berdaya ledak tinggi itu tidak sesuai rencana.

Yusri menyebut, Agus menyasar Rumah Makan Celengan karena menyediakan makanan berbahan dasar babi yang dianggapnya haram. "Ya ini-kan menyediakan bahan dasar babi," terangnya seraya menyebut rencana aksi bom bunuh diri dilakukan pada Jumat 7 Juli 2017 lalu.

Agus si pedagang bakso cuangkie tersebut ditangkap Densus ‎88 pada Sabtu 8 Juli 2017 lalu. Penangkapan Agus menyusul bom panci yang meledak di rumah kontrakannya. Saat meledak Agus tidak ada di lokasi. Bom yang meledak juga tidak menyebabkan korban luka maupun jiwa.

[rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. Densus 88
  3. Bandung
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.