Bawa air tercemar, warga desak Bupati Banyumas cabut izin PLTP Baturraden

Senin, 9 Oktober 2017 11:26 Reporter : Abdul Aziz
Bawa air tercemar, warga desak Bupati Banyumas cabut izin PLTP Baturraden Warga Banyumas demo tolak PLTP Baturraden. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan warga melakukan aksi jalan kaki (longmarch) dari IAIN Purwokerto menuju Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Banyumas, Senin (9/10). Mereka menolak keberadaan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden.

Demonstran memasuki areal alun-alun kota Purwokerto pukul 10.50 WIB. Polisi dan Satpol PP telah berjaga di gerbang utama kantor Bupati Banyumas sejak pukul 09.00.

Mereka protes lantaran PLTP Baturraden menyebabkan air keruh di wilayah kecamatan Cilongok. Massa aksi membawa contoh air yang berlumpur. Mereka juga menuntut ditariknya alat-alat berat di kawasan gunung Slamet.

Koordinator Aksi, Sasongko dalam selebaran pamflet yang dibagi dalam aksi menulis keberadaan PLTP dianggap sebagai teror yang menimbulkan kekhawatiran bagi warga lereng selatan gunung Slamet. Kekhawatiran disebabkan oleh kontaminasi lumpur di Kali Krukut dan semakin maraknya satwa liar turun ke perkebunan warga.

"Kami menuntut cabut Izin Eksplorasi Panas Bumi PT Sejahtera Alam Energi. Menghentikan seluruh aktivitas eksplorasi di Gunung Slamet dan tarik mundur alat berat," kata Sasongko.

Demonstran mendesak agar dipertemukan dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein. Mereka memaksa masuk dan meminta polisi dan satpol PP membuka gerbang setda Banyumas agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung.

"Anggap kami sebagai anak. Bukan musuh. Jangan bela kepentingan yang tidak ada manfaatnya bagi Banyumas," kata Budi dari komunitas Cilongok Bersatu dalam orasinya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini