Batik tulis di ujung senja

Rabu, 3 Oktober 2018 05:28 Reporter : Arie Sunaryo
Batik tulis di ujung senja WNA belajar membatik. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Budaya dan tradisi membatik yang menghasilkan batik tulis di tanah air, terancam punah. Hadirnya teknologi printing dan minimnya regenerasi pembatik menjadi penyebabnya.

Kemajuan teknologi dalam menciptakan motif batik terbaru dan modern semakin menggeser keberadaan batik tulis dan batik cap. Kehadiran teknologi printing menjadi tantangan di tengah perjuangan merawat kelangsungan batik tulis.

Humas Yayasan Batik Indonesia (YBI) Titiek Iemawati menyampaikan hal tersebut, di sela acara peringatan Hari Batik Nasional, di Dalem Gondosuli, Laweyan, Solo, Selasa (2/10).

"Sekarang ini para produsen batik sering menggunakan digital printing. Ini menjadi tantangan kita semua dalam upaya melestarikan batik," ujar Titiek.

Sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan batik, Titiek mengimbau masyarakat untuk tidak membeli batik printing. Semakin banyak masyarakat yang membeli batik printing, semakin terkikis keberadaan batik tulis dan juga cap.

"Saya mengimbau kepada para pecinta batik, jangan lagi membeli batik printing," tandasnya.

Dia menyarankan membeli batik tulis atau cap meskipun harus diakui harganya lebih mahal.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek juga menyoroti minimnya generasi muda yang berminat menggeluti batik tulis. Kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan, apalagi jika nantinya tidak ada lagi generasi muda yang menekuni menjadi pembatik.

"Pembatik itu posisi yang tidak begitu mengenakan. Salah satunya, karena penghasilan sebagai pembatik cukup kecil. Sementara, proses membatik membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya.

Dia mengajak generasi muda untuk belajar membatik dan bersama melestarikan batik.

Terkait maraknya batik printing, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solo, Hasta Gunawan menambahkan, batik identik dengan penggunaan malam. Tanpa itu maka tidak bisa disebut batik.

"Batik itu ya batik tulis atau batik cap atau perpaduan diantaranya. Kalau printing itu bukan batik," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Hari Batik Nasional
  2. Batik
  3. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini