Basarnas: Cuaca Berawan di Hari ke-6 Pencarian Korban Pesawat Sriwijaya Air

Kamis, 14 Januari 2021 09:50 Reporter : Bachtiarudin Alam
Basarnas: Cuaca Berawan di Hari ke-6 Pencarian Korban Pesawat Sriwijaya Air Pencarian Sriwijaya Air SJ-182. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Tim SAR masih melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu pada hari ke-6.

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan memperkirakan cuaca di daerah Jakarta berawan dan kemungkinan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

"Semoga harapan kita hari ini cuaca bersahabat, kalau kita melihat di sekeliling kita cukup berawan dan berdasarkan perkiraan cuaca tadi pagi bahwa pagi ini terjadi hujan ringan disekitar Jakarta. Namun siang hari cerah berawan mudah-mudahan," kata Rasman saat jumpa pers, Kamis (14/1).

Dengan kondisi cuaca seperti itu, Rasman berharap kondisi cuaca siang ini berubah agar operasi pencarian maksimal.

"Sehingga dengan cuaca yang diharapkan, bisa mendukung untuk pencarian dan pertolongan. Khususnya kepada rekan rekan kita tim yang ada di lapangan sehingga harapan kita semaksimal mungkin kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik," imbuhnya.

Dia menegaskan Tim SAR akan tetap fokuskan pencarian terhadap serpihan material maupun korban yang menjadi harapan khususnya bagi pihak keluarga.

"Besar harapan masyarakat khususnya kepada keluarga korban yang dibebankan kepada kita untuk bisa menemukan sebanyak mungkin, baik itu serpihan, dan tidak kalah penting adalah korban," tuturnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 141 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 jurusan Jakarta-Pontianak. Pesawat jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14.39 WIB, Sabtu (9/1).

"Pada hari ini saya melaporkan kita mendapatkan 141 kantong jenazah berisi bagian tubuh atau body parts, 31 kantong kecil yang berisi serpihan pesawat dan 28 potongan besar pesawat," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito di JICT II, Jakarta Utara, Rabu (13/1).

"Tentunya juga Flight Data Recorder (FDR) yang kemarin sudah kita temukan," sambungnya.

Ia mengaku, dalam melakukan evakuasi korban dan pencarian serpihan pesawat pada hari ini adanya hambatan yakni faktor cuaca yang kurang bagus.

"Memang betul hambatan hari ini adalah faktor cuaca, mudah-mudahan besok cuaca akan lebih mendukung dan berjalan lancar dalam pelaksanaan operasi SAR," ujarnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini