Bareskrim tahan Dirut PT Crown Pratama terkait kasus distribusi gula rafinasi

Jumat, 10 November 2017 08:51 Reporter : Nur Habibie
Bareskrim tahan Dirut PT Crown Pratama terkait kasus distribusi gula rafinasi Brigjen Pol Agung Setya ©2017 merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menahan Dirut PT Crown Pratama, BB (50), tersangka kasus penyimpangan distribusi gula rafinasi. Penahanan dilakukan pada Kamis (9/11) usai dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik.

Alasan penahanan dikarenakan penyidik khawatir tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana.

"Penyidik berkeyakinan bahwa tersangka BB selaku Dirut PT CP harus bertanggung jawab secara hukum terhadap penyimpangan distribusi gula rafinasi yang dikemas dalam bentuk sachet dan didistribusikan untuk konsumsi di hotel dan kafe di Jakarta dan tempat lainnya," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya melalui keterangan tertulis, Kamis (10/11).

Agung menjelaskan, penyidik sudah mengidentifikasi setidaknya terdapat 56 hotel dan Kafe yang berada di kota-kota besar seperti jakarta dan sejumlah kota lainnya.

Sebelumnya, pada (13/10) penyidik melakukan penggeledahan di gudang PT Crown Pratama yang terletak di Jl Pool PPD Prima Center 2 Blok D No 6 RT 10 RW 02 Kelurahan Kedaung Kaliangke. Kecamatan Cengkareng. Kota Jakarta Barat.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 200 sak gula rafinasi ukuran 50 Kg, serta 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi, dan gulungan kertas bertuliskan nama hotel dan cafe untuk kemasan gula rafinasi sachet.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 pasal 9 diterangkan bahwa Gula Kristal Rafinasi hanya bisa didistribusikan kepada Industri.

Selain itu, pada SK Menteri Perdagangan No 527 tahun 2004 juga menerangkan bahwa Gula Rafinasi dilarang digunakan untuk konsumsi.

Atas tindakan yang dilakukan, tersangka disangkakan Pasal 139 jo Pasal 84 dan Pasal 142 jo Pasal 91 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 jo Pasal 8 (1) huruf a UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Suap Impor Gula
  2. Gula
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini