Bareskrim sita 10 kendaraan mewah hasil TTPU pejabat Mandiri

Kamis, 24 Oktober 2013 15:14 Reporter : Agib Tanjung
Bareskrim sita mobil pejabat Bank Syariah Mandiri. ©2013 Merdeka.com/Agib Tanjung

Merdeka.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri resmi menyita mobil hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas empat tersangka kasus kredit fiktif Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Pembantu Bogor. Sementara mobil lainnya masih dilakukan penyelidikan terkait TPPU.

"Saat ini tercatat sudah 10 kendaraan yang sudah menjadi barang bukti. Sedangkan kendaraan-kendaraan lain masih dievaluasi apakah merupakan juga aset dari TPPU atau hasil dari kasus yang mereka lakukan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (24/10).

Ke-10 mobil tersebut adalah Fortuner Putih F 1030 DO, Honda Freed Putih F 630 CW, CRV Hitam F 1299 L, Honda Jazz Putih F 39 A, Mercy SLK 300 kuning B 1 ADG, Alphard Putih B 1650 RL, Hummer H3 Hitam B 741 FKD, Mercy E 300 B 741 NDH, Toyota Altis Hitam F 1649 DK dan Moge F6B Hitam tanpa pelat nomor. Kendaraan tersebut kini di parkir di Mabes Polri.

Menurut Ronny, ada empat tersangka dalam kasus ini yakni MA, HH, JL dan IP. MA merupakan Kepala BSM Cabang Utama Bogor, HH adalah Kepala BSM Cabang Pembantu Bogor, JL adalah Account Officer BSM Cabang Pembantu Bogor, serta IP adalah merupakan orang yang mengoordinir sebanyak 197 nasabah yang mengajukan kredit. Namun, hampir dari semua nasabah pengajuan kredit di BSM Bogor itu ternyata fiktif.

Dugaan pidana yang terjadi adalah penyimpangan dalam pemberian fasilitas kepada 197 nasabah fiktif. Total pembiayaan Rp 102 miliar dan potensi kerugian Rp 59 miliar.

Kendati demikian, hingga saat ini Ronny belum mendapatkan informasi secara mendalam dari tim penyidik. Polisi bintang dua ini mengaku belum berani menjelaskan hal-hal lain seperti kronologis kejadian yang berkaitan dengan kasus kredit fiktif ini.

"Bank Syariah Mandiri pusat yang melaporkan kasus ini. Kronologi tentang bagaimana melaporkan ini juga nanti menyusul dan nanti kita jelaskan. Penyidik September menerima laporanya, kemudian Oktober berani melakukan penangkapan dan penahanan saya kira ini prestasi," paparnya.

"Dari empat tersangka cuma berapa jumlah dari masing-masing tersangka itu yang sekarang ini sedang dipilah, disesuaikan karena penyidik harus mengajukan penetapan penyitaan tersebut ke pengadilan negeri setempat di mana barang bukti tersebut disita. Kalau sudah rapi bisa kita jelaskan disita dari tersangka siapa, berapa mobil dan jenisnya apa," imbuh Ronny. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Bank Mandiri
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini