Bareskrim lakukan penyidikan dugaan korupsi pembangunan gedung baru Pertamina

Kamis, 15 Februari 2018 05:44 Reporter : Nur Habibie
Gedung Pertamina. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim Polri mulai melakukan penyidikan atas kasus dugaan korupsi pembangunan gedung baru milik Pertamina Energy Tower setinggi 530 meter. Karena memang sebelumnya, kasus ini sudah melalui proses penyelidikan terlebih dahulu sebelum ditingkatkan menjadi penyidikan.

"Dari hasil gelar perkara hari ini kita naikan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan," kata Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dir Tipidkor) Brigjen Pol Ahmad Wiyagus melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (14/2).

Lebih lanjut, Wiyagus menuturkan bahwa dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada proses pengadaan tanah seluas 4,8 hektar yang berada di Kawasan Rasuna Episentrum Kuningan, Jakarta Selatan.

"Proyek pembangunan Gedung Pertamina tahun 2012 dengan nilai anggaran sebesar Rp 1,6 triliun," tuturnya.

Dengan ditingkatkannya kasus ini menjadi penyidikan, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap para saksi untuk dimintai keterangan yang memang penyelidikan ini terbilang cukup lama dari Apri 2015 silam.

Seperti diketahui, perusahaan milik BUMN tersebut sudah melakukan grounbreaking pada Desember 2013. Gedung ini akan memiliki ketinggian sekitar 530 meter, 99 lantai dan luas total bangunan 540.000 m2. Pertamina Energy Tower tersebut ditargetkan selesai pada 2020.

Gedung ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan ruang kantor bagi Pertamina dan seluruh anak perusahaan, dengan kapasitas sekitar 23.000 orang pekerja. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Pertamina
  2. Kasus Korupsi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini