Bareskrim Cari Bukti Usai Terima Aduan Dugaan Pencabulan Anak Dilakukan Anggota DPR

Senin, 1 November 2021 17:19 Reporter : Bachtiarudin Alam
Bareskrim Cari Bukti Usai Terima Aduan Dugaan Pencabulan Anak Dilakukan Anggota DPR ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus dugaan pencabulan dilakukan anggota DPR terhadap seorang anak di bawah umur. Penyelidikan dilakukan Bareskrim setelah menerima aduan dari kuasa hukum korban pada Rabu (27/10) lalu.

"Pengaduan kuasa hukum korban sudah diterima penyidik minggu lalu," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (1/11).

Walau bukan berbentuk laporan polisi (LP), lanjut Andi, pihaknya akan tetap menindaklanjuti dengan mencari sejumlah bukti untuk mendukung aduan dalam proses penyelidikan.

"Penyelidikan untuk mencari bukti-bukti yang mendukung pengaduan tersebut," ujar Andi.

Sebelumnya, seorang anggota DPR RI diduga terjerat dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti terkait identitas anggota dewan tersebut.

"Dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Klien kami anak di bawah umur dengan ancaman dan tekanan," kata Kuasa hukum korban, Gangan saat dihubungi.

Dalam undangan yang diterima oleh awak media, laporan itu dibantu oleh sejumlah lembaga lainnya seperti ETOS Indonesia Institute, KPAI hingga UPTP2TP2A.

Di situ juga tertulis, anggota DPR RI yang diduga melakukan pelecehan tersebut yakni masih aktif hingga 2024 sejak 2019 lalu.

"Belum berani menyebutkan inisial, apalagi nama. Karena baru mau LP," jelasnya.

MKD Minta Kasus Diproses

Sebelumnya, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Habiburokhman mengaku belum mengetahui informasi terkait pelaporan kasus pencabulan yang pelakunya anggota DPR RI.

"Kami juga belum dapat informasi apapun soal ini. Apakah benar orang yang dilaporkan itu anggota DPR serta seperti apa uraian kejadiannya," ujar Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (27/10).

MKD menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi untuk mengusutnya. Habiburokhman menuturkan, pihaknya menghormati azas equality before the law.

"Kami enggak mau berasumsi dan berandai andai. Kalau memang sudah dilaporkan ya silakan saja polisi untuk mengusutnya," ujar politikus Gerindra ini.

"Kita harus menghormati azas equality before the law, siapapun warga negara yang melakukan pelanggaran hukum ya harus diusut," jelas Habiburokhman.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Baca juga:
Respons MKD soal Anggota DPR Dipolisikan Kasus Pencabulan
Anggota DPR Dipolisikan Atas Dugaan Kasus Pencabulan Anak
Polisi Tangkap Dua Pemerkosa Remaja di Aceh Utara
Komisi III Tegaskan Eks Kapolsek Parigi Iptu IDGN Layak Diganjar Hukuman Berat
Fakta Baru Dugaan Pencabulan Anak di Lutim, Ditemukan Peradangan di Alat Vital Korban
Istri Tahanan Diduga Dicabuli Anggota Polsek Kutalimbaru Saat Sedang Hamil

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. DPR
  3. Pencabulan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini