Bapak Angkat Besi Indonesia Raih Penghargaan Liputan6 Awards 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 21:00 Reporter : Merdeka
Bapak Angkat Besi Indonesia Raih Penghargaan Liputan6 Awards 2019 Bapak Angkat Besi Indonesia. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Liputan6 Awards kembali memberikan sejumlah penghargaan kepada para sosok inspiratif. Di tahun 2019 ini, tropi kategori olahraga diberikan kepada Imron Rosadi, Bapak Angkat Besi Indonesia.

Pria berusia 77 tahun itu masih aktif membentuk para atlet angkat besi untuk terjun berbagai perlombaan hingga ke tingkat internasional. Dialah pendiri padepokan 'Gajah Lampung'.

Anak muda bangsa didikan Imron banyak meraih medali untuk negeri. Padepokan yang berada di Jalan Ahmad Yani, Pringsewu, Lampung itu banyak dicari bibit-bibit atlet lifter sejak tahun 1960-an.

Imron tidak banyak bicara saat berada di pentas penyerahan penghargaan Liputan6 Awards 2019 di SCTV Tower, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5). Dia hanya melempar senyum sambil menjawab sekenanya "iya."

Jalannya sudah sulit lantaran usia. Meski begitu, dia masih mampu berdiri tegap dihadapan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi Indonesia Syafruddin yang menyerahkan penghargaan.

Syafruddin menyampaikan, Imron Rosadi merupakan legenda angkat besi Indonesia yang tidak banyak dikenal masyarakat. Namun begitu, dia telah menyumbangkan puluhan medali untuk bangsa.

"Kita berterima kasih kepada Pak Imron karena platnasnya di Pringsewu digunakan dan menyumbangkan medali. Itu tentu berkat kontribusi Bapak Imrob Rosadi," kata Syafruddin saat penyerahan penghargaan Liputan6 Awards 2019.

Engkus, Peraih Liputan6 Awards 2019

Dengan berbagai keterbatasan, Engkus Al Getuk berhasil mengajarkan ilmu yang dikuasainya yakni bahasa inggris. Besar alasan penghargaan Liputan6 Awards 2019 kategori Pantang Menyerah jatuh kepadanya.

Engkus merupakan penyandang disabilitas. Sejak usia empat bulan, tubuhnya mengalami kelainan akibat sakit yang dideritanya. Kedua tangannya melengkung, begitu juga kakinya. Dia tidak mampu berdiri apalagi berjalan.

Meski tak pernah duduk di bangku sekolah, Engkus nyatanya mampu menjadi pengajar bahasa Inggris. Hanya dengan mengandalkan jari kaki, dia membuat grup Facebook 'Ayo Belajar Bahasa Inggris dari Nol'.

Lewat media sosial itulah Engkus mengajar bahasa Inggris. Anggota grup tersebut mencapai lebih dari 36 ribu orang dan berasal dari berbagai daerah, bahkan mancanegara dengan beragam latar belakang profesi.

Dalam acara penyerahan penghargaan Liputan6 Awards 2019, Engkus cukup kesulitan berucap. Suasana hatinya penuh haru dan mempengaruhi intonasi rangkaian kata yang mau diucapkan.

"Terima kasih," tutur Engkus di atas panggung, SCTV Tower, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5).

Hanya kalimat itu yang jelas terdengar dari mulut Engkus. Pelan-pelan, warga Sukabumi, Jawa Barat itu menarik napas dan menyampaikan pesannya dengan lebih lugas.

"Karena ilmu itu kalau tidak disampaikan akan sia-sia," ucapnya.

Itu menjadi alasan kenapa Engkus terus aktif mengajar lewat sosial media. Kemampuan bahasa inggrisnya yang didapat lewat otodidak membaca kamus dan koran asing pun dibagikan kepada masyarakat luas.

"Buat semua, jangan pernah berputus asa. Tunjukkan bahwa kita mampu dan berguna buat orang lain," Engkus menandaskan.

Liputan6 Awards 2019 Kategori Komunitas Kemanusiaan

Masuk satu dekade alias usia 10 tahun, Liputan6 Awards kembali memberikan sejumlah apresiasi kepada para sosok inspiratif. Untuk kategori Komunitas Kemanusiaan, penghargaan diberikan kepada Food Bank of Indonesia.

Food Bank of Indonesia menjadi salah satu kelompok relawan yang peduli terhadap kesejahteraan pangan. Mereka mengumpulkan makanan berlebih dari berbagai pihak yang bekerjasama dan memberikannya ke masyarakat kurang mampu dan membutuhkan.

Perwakilan Food Bank of Inndonesia, Hendro menyampaikan, mereka memulai kelompok relawan itu sejak empat tahun lalu dengan modal sederhana.

"Kita tergerak, lihat ada yang miskin, fakir, sakit. Saat ini kita berkembang di 23 titik, ada 13 ribu anak-anak yang kita bantu setiap hari, ada 500 orang yang bergerak tiap hari," tutur Hendro dalam Liputan6 Awards 2019 di SCTV Tower, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5).

Hendro mengucapkan selamat untuk seluruh pihak terkait, terutama para relawan yang gigih membangun kesejahteraan asupan makanan dan perbaikan gizi di masyarakat. Dia berharap, semangat itu akan terus berkobar sampai kemerdekaan pangan di Indonesia benar-benar mencapai 100 persen.

"Ini penghargaan untuk seluruh relawan yang bergerak di kampung, pedesaan, yang memberi makan orang miskin," jelas Hendro.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan tropi penghargaan Liputan6 Awards 2019 kepada Food Bank of Indonesia. Sebagai perwakilan pemerintah, dia mengaku telah mengenal kelompok relawan tersebut.

"Organisasi ini sangat mulia karena bekerjasaa dengan hotel juga, sehingga bekerjasama dengan resource yang ada. Kalau kita punya banyak volunteer seperti Food Bank of Indonesia ini, saya yakin kita bisa sejahtera," kata Airlangga.

Liputan6 Awards sebagai program bakti kepada Indonesia yang terus berupaya berkontribusi untuk bangsa, khususnya terkait perdamaian. Untuk itu, tahun ini pun mengusung tema 'Untukmu Indonesia'.

Ada lima kategori dalam penganugerahan penghargaan yaitu Kesehatan, Lingkungan, Pantang Menyerah, Komunitas Kemanusiaan, dan Olahraga.

Tahun ini, Liputan6 Awards kembali menyeleksi 16 kandidat dalam lima kategori berbeda tersebut.

Hasil seleksi Tim Redaksi Liputan6 akan memilih kandidat pemenang melalui sisi kemandirian, konsistensi, cakupan dampak, dan inspirasi.

Adapun dewan juri dalam penghargaan Liputan6 Awards 2019 adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai ketua dewan juri, Social Entrepreneur Rhenald Kasali, Tokoh Filantropis Irwan Hidayat, Deputy Director Programming SCTV David Suwarto, dan Pemred Liputan6 SCTV Mohamad Teguh. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Liputan6
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini