BAP Awal Tak Sebut Perintah Atasan Tembak Brigadir J, Bharada E dalam Tekanan?

Selasa, 9 Agustus 2022 00:37 Reporter : Nur Habibie
BAP Awal Tak Sebut Perintah Atasan Tembak Brigadir J, Bharada E dalam Tekanan? Kuasa Hukum Bharada E di Bareskrim Polri. Nur Habibie

Merdeka.com - Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu merevisi seluruh keterangan awal yang dibeberkannya saat diperiksa penyidik tim khusus (timsus) terkait kematian Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat. Hal itu dikatakan Bharada E saat menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, sejak Sabtu (6/8) malam hingga Minggu (7/8).

Bharada E mengaku diperintah atasan untuk menembak Brigadir J. Tak hanya diperintah atasan membunuh Brigadir J, Bharada E juga mengungkap bahwa tidak terjadi baku tembak di Rumah Dinas Kadiv Propam, Kompleks Polri RT 5/RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu.

Keterangan berbeda diutarakan Bharada E dari Berita Awal Pemeriksaan (BAP) terkait kematian Brigadir J, itu menimbulkan pertanyaan apakah ada pihak memberikan tekanan memaksanya mengakui perbuatan tersebut.

Namun pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, tak menepis maupun membenarkan saat ditanyakan apakah kliennya mendapat tekanan dalam untuk mengakui sebagai pelaku pembunuhan Brigadir J, saat awal menjalani pemeriksaan.

"Itu yang pertama ya, kan kalian sudah tahu semua," kata Deolipa kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (8/8) malam.

Namun dia memastikan tak ada lagi keterangan diubah Bharada E. "Tidak ada," ujar Deolipa.

2 dari 3 halaman

Bharada E Ubah Keterangan Awal

Pengakuan berubah tersebut sebelumnya diungkapkan Bharada E kepada penasihat hukum, Muhammad Boerhanuddin termasuk dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik tim khusus (timsus). Bharada E mengaku diperintah atasannya untuk menembak Brigadir J.

"Iya dia disuruh nembak perintah atasannya di bawah tekanan juga, 'tembak tembak tembak," kata Muhammad Boerhanuddin saat dihubungi, Senin (8/8).

Boerhanuddin tak mengungkap figur yang memberi perintah ke kliennya termasuk apa yang ditembak. Boerhanuddin hanya menyebut, atasan itu pun saat insiden tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat juga ada di lokasi kejadian.

"Ada di lokasi memang (atasannya)," ujar dia.

Selain itu, Bharada E juga menyampaikan bahwa tidak terjadi baku tembak.

"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," ujar dia.

Sementara proyektil peluru dari senjata Brigadir J yang ditemukan di lokasi kejadian disebut sebagai alibi.

"Senjata almarhum yang tewas dipakai untuk tembak kiri-kanan jari kanan itu. Jadi kesannya saling baku tembak," ujar dia

"Menembak itu dinding arah-arah itunya," sambung dia.

Boerhanuddin memastikan, kliennya Bharada E tidak melakukan penganiayaan.

"Bharada E sudah nembak, keluar tidak tahu lagi proses terhadap almarhum itu gak tau lagi. Bharada E tidak menganiaya, tidak ada. Dia tidak tahu lagi proses apa-apa gimana," terang dia.

3 dari 3 halaman

Ajukan Justice Collabolator

Bharada E juga mengajukan permohonan menjadi justice collaborator (JC) atas kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

Boerhanuddin sangat berharap permohonan kliennya bisa dikabulkan LPSK. Alasannya, Bharada E sudah bertekad untuk membuka kasus dugaan pembunuhan itu terang- benderang. Namun, kesaksiannya berpotensi membahayakan keselamatan dirinya sendiri.

"Bahwa ini ada orang yang mau buka. Masyarakat mau transparan, Presiden (Jokowi) juga perintahkan apa adanya, buka ini, sementara orang mau buka ini nggak dilindungi, gimana itu," terang dia.

Bharada E sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Dia dijerat pasal 338 KUHP junto 55 dan 56.

"Penyidik menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP jo 55 dan 56 KUHP," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di gedung Bareskrim Polri, Rabu (3/8). [gil]

Baca juga:
Pengacara Ungkap Alasan Bharada E Tak Bisa Menolak Perintah Atasan Tembak Brigadir J
Komnas HAM Gandeng Komnas Perempuan untuk Periksa Istri Ferdy Sambo
Seskab: Presiden Minta Kasus Brigadir J Diselesaikan Agar Citra Polri Tak Babak Belur
LPSK Jelaskan Syarat Bharada E untuk Jadi Justice Collaborator: Bukan Pelaku Utama
Mahfud MD Sebut Kasus Kematian Brigadir J ada 3 Tersangka, Ini Kata Kabareskrim

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini