Banyuwangi tampilkan karya perajin lokal di Indonesia Fashion Week

Jumat, 3 Februari 2017 13:16 Reporter : Anwar Khumaini
Batik Banyuwangi di IFW 2017. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Kekayaan batik Banyuwangi akan kembali ditampilkan di ajang fesyen bergengsi, Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 di Jakarta Convention Center, Sabtu (4/2) besok. Sebanyak 71 desain busana batik karya perajin lokal Banyuwangi bakal tampil menjadi bagian di ajang mode tersohor tersebut. Ini merupakan kali kedua batik khas daerah ujung timur Pulau Jawa itu tampil di IFW.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, IFW bakal dioptimalkan untuk mengerek nama batik Banyuwangi. "Bisa dibilang, IFW adalah panggung busana paling bergengsi di Indonesia. Jadi kesempatan ini akan kami manfaatkan untuk mengglobalkan kekayaan batik Banyuwangi, sehingga publik luas makin kenal dan pada akhirnya mengoleksi batik karya perajin Banyuwangi," ujar Anas.

"Dengan IFW, gerbang yang menghubungkan antara industri fesyen nasional dan perajin lokal Banyuwangi akan semakin terbuka lebar," imbuh Anas.

Batik Banyuwangi di IFW 2017 ©2017 merdeka.com/istimewa

Pada IFW 2017, Pemkab Banyuwangi menggandeng desainer asli Banyuwangi yang sukses mengembangkan bisnis fesyen hingga ekspor ke berbagai negara, yaitu Irma Lumiga.

"Bu Irma punya passion tinggi untuk memajukan industri kreatif berbasis batik di tanah kelahirannya. Dalam penampilan IFW ini, yang dilibatkan adalah 100 persen perajin atau UMKM lokal. Ada proses dialog, ada transformasi dari desainer nasional ke perajin lokal. Ke depan ini akan semakin memajukan desainer-desainer muda di Banyuwangi, sehingga karyanya kian bisa diterima di level nasional," papar Anas.

Menurut Anas, pelibatan desainer yang sudah mapan seperti Irma Lumiga adalah bagian dari upaya mengonsolidasikan seluruh potensi Banyuwangi yang terserak di berbagai daerah dan bidang/profesi. Beberapa tahun terakhir, kian banyak warga Banyuwangi di berbagai kota di dalam dan luar negeri ikut turun tangan membantu pengembangan daerah, termasuk terlibat di ajang promosi wisata Banyuwangi Festival yang digelar sejak 2012.

"Ibaratnya, kami bersama-sama mengumpulkan tulang-tulang berserakan, dipadukan semuanya menjadi satu tubuh yang kuat untuk membawa Banyuwangi ke depan semakin baik lagi. Pariwisata termasuk di dalamnya ada fesyen menjadi alat yang efektif untuk konsolidasi tersebut," jelas Anas.

Batik Banyuwangi di IFW 2017 ©2017 merdeka.com/istimewa


Desainer Irma Lumiga menjelaskan, 71 busana batik bakal ditampilkan dengan balutan tema Sekar Jagad Banyuwangi yang mengangkat berbagai motif khas seperti Gajah Oling dan Paras Gempal. Puluhan koleksi batik itu disajikan dalam busana kebaya, ready to wear, dan Houte Couture (adi busana). “Semua busana itu dikemas elegan yang bernuansa etnik,” ujar desainer yang telah mengekspor rancangan busananya ke berbagai negara itu.

Irma mengaku puas berkolaborasi dengan perajin lokal. Desain kain yang diimajinasikannya mampu diterjemahkan dengan apik oleh perajin batik lokal. "Saya memang yang mendesain motifnya, tapi semua pengerjaan merupakan hasil para perajin UMKM lokal Banyuwangi. Kami juga berdialog intensif untuk menghasilkan karya batik banyuwangi yang tiada duanya," ujarnya. [war]

Topik berita Terkait:
  1. UMKM
  2. Banyuwangi
  3. Highlight
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.