Banyak pemilih pemula, KPU sinyalir Pilgub Sumsel rawan kecurangan

Jumat, 19 Januari 2018 14:10 Reporter : Irwanto
Banyak pemilih pemula, KPU sinyalir Pilgub Sumsel rawan kecurangan Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mensinyalir Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk salah satu sasaran untuk melakukan kecurangan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumsel. Pasalnya, pemilih pemula adalah lumbung suara bagi setiap kandidat.

Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi mengungkapkan, jumlah pemilih dari siswa SMA di Sumsel tahun ini meningkat di banding Pilkada sebelumnya. Tercatat, pada Pilkada 2014 lalu pemilih pemula di Sumsel mencapai 20 persen dari total 5,8 juta mata pilih.

"Pilkada tahun ini diperkirakan pemilih pemula di Sumsel naik menjadi 30 persen dari total 6 juta pemilih secara umum. Pemilih pemula mayoritas berasal dari siswa SMA," ungkap Naafi, Jumat (19/1).

Dengan banyaknya pemilih pemula tersebut, sangat besar kemungkinannya dimanfaatkan setiap kandidat untuk menarik simpatik. Bahkan bisa saja dilakukan dengan berbuat curang, seperti kampanye terselubung.

"Saya pernah cek satu SMA ada 246 pemilih pemula, kalikan saja ratusan total SMA di Sumsel. Memang menjadi lumbung suara," ujarnya.

Menurut dia, kecurangan tersebut semakin terbuka lebar karena faktor minimnya pengetahuan politik pemilih pemula. Mereka dengan mudah terpengaruh janji atau pemberian sesuatu dari kandidat agar memilihnya.

"Ini yang perlu diwaspadai, mereka harus diberikan pemahaman. Kita sedang fokus sosialisasi," kata dia.

Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya kampanye terselubung di SMA, diperlukan kerja sama pihak sekolah untuk aktif melapor setiap kejadian. Guru-guru juga tidak menyuruh siswanya mencoblos calon tertentu.

"Jika melanggar jelas bakal kena sanksi, terutama bagi Paslon," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini