Banyak pasutri belum tercatat, KUA di Kediri gelar nikah massal

Rabu, 20 Mei 2015 16:16 Reporter : Imam Mubarok
Banyak pasutri belum tercatat, KUA di Kediri gelar nikah massal Nikah massal di Kediri. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Karena berada di daerah terpencil dan faktor ekonomi, banyak pasangan suami istri di Kabupaten Kediri Jawa Timur belum tercatat resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), meski telah memiliki keturunan. Kondisi ini hampir bisa ditemukan di tiap desa di Kabupaten Kediri, terlebih beberapa lokasi yang berada di daerah sulit dijangkau dan perbatasan.

Karena hal ini, alhasil banyak pernikahan pasutri belum tercatat di KUA. Mereka enggan melakukan hal itu karena faktor ekonomi dan tidak tahu soal aturan baru tentang pernikahan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.

Banyaknya temuan tersebut membuat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Nur Hadi, melakukan gebrakan. Bekerjasama dengan perangkat desa setempat, dia menyelenggarakan nikah massal. Seperti dilakukan warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

"Kegiatan ini dilakukan gratis tanpa meminta pungutan sepeserpun dari para pengantin. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi contoh desa lain untuk melakukan hal yang sama," kata Nur Hadi pada wartawan, Selasa (20/5).

Menurut Nur Hadi, langkah itu diambil selain sebagai bukti keabsahan pernikahan di Indonesia yang diakui oleh agama dan negara, juga memiliki tujuan tertib administrasi. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Kediri
  2. Nikah Massal
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini