Banyak Kasus Kecelakaan, PT KAI Larang Warga Selfie Dekat Rel Kereta

Selasa, 3 September 2019 12:10 Reporter : Arie Sunaryo
Banyak Kasus Kecelakaan, PT KAI Larang Warga Selfie Dekat Rel Kereta KA Batara Kresna Solo-Wonogiri. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Belasan orang meninggal karena mengabaikan keselamatan dengan melakukan aktivitas di rel kereta api jalur Solo-Yogyakarta hingga Agustus 2019. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta, mengimbau masyarakat untuk peduli keselamatan perjalanan kereta api dan melarang aktivitas yang membahayakan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, di Solo (2/9). Menurutnya, aktivitas tersebut bisa saja menimbulkan korban yang lebih banyak jika diantisipasi.

"Dari bulan Januari sampai akhir Agustus ini, sudah belasan yang menjadi korban. Mereka tidak mengabaikan faktor keselamatan, malah cenderung nekat," ujarnya.

Eko mengatakan, sekarang ini banyak anak-anak yang melakukan swafoto atau selfie di rel kereta api. Bahkan agar menjadi viral, mereka melakukan foto di jembatan kereta api atau bahkan tidur di rel sampai kereta api mendekat.

"Ini sangat berbahaya, semakin dekat mereka semakin bangga," katanya.

Aksi nekat anak-anak itu, kata Eko, hanya agar menjadi viral. Pihaknya telah memasang tanda larangan melakukan aktivitas di rel, tetapi hal itu tidak dihiraukan. Bahkan kawat pembatas juga sering diterobos.

"Kami sudah sering kali melakukan sosialisasi. Baik melalui media maupun melalui tanda larangan yang dipasang, tapi masih saja dilanggar," katanya.

Tak has hanya itu, Daop 6 juga meminta masyarakat di wilayah jalur rel kereta api Solo-Wonogiri untuk tidak mengganggu jalur yang saat ini dilewati Railbus Bathara Kresna. Sebab hingga saat ini, jalur yang melintasi Jalan Slamet Riyadi yang berada di tengah Kota Solo itu belum benar-benar steril.

"Kereta Batara Kresna harus berjalan sangat hati-hati bahkan tidak memenuhi kaidah perjalanan kereta. Kalau kecepatan yang seharusnya itu 60 km per jam. Tapi kenyataannya hanya 30 km per jam bahkan di Jalan Slamet Riyadi hanya 10 km per jam," katanya.

Jalur Solo-Wonogiri, dikatakannya, bukanlah rel mati. Namun dipergunakan kereta perintis Batara Kresna. Ke depan, lanjut Eko, akan ada banyak kereta yang melintasi.

"Masyarakat harus tahu bahwa jalur kereta itu milik pemerintah dan akan digunakan untuk kepentingan masyarakat," jelasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini