Banyak Diburu Warga, Harga Rempah-Rempah di Karawang Melambung Tinggi

Kamis, 5 Maret 2020 15:58 Reporter : Bram Salam
Banyak Diburu Warga, Harga Rempah-Rempah di Karawang Melambung Tinggi Pedagang rempah. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman

Merdeka.com - Sejumlah rempah-rempah yang biasa digunakan untuk bahan baku jamu tradisional, harganya kini melambung tinggi setelah dipercaya bisa menangkap berbagai virus, termasuk corona. Seperti yang terjadi di pasar tradisional Cikampek, Karawang.

Pedagang rempah, Rohayah (50) mengatakan dalam seminggu terakhir penjualan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, serai dan temulawak mengalami peningkatan secara drastis dengan kenaikan harga mencapai 150 persen.

"Sejak seminggu terakhir penjualan komoditas rempah hingga 15-20 kg per hari, padahal sebelumnya jual 2 kg per hari," kata Rokayah, Kamis (5/3).

Dia menerangkan, harga temulawak yang biasanya Rp20 ribu per kilogram, kini meroket jadi Rp50 ribu. Daun Sereh yang tadinya Rp4 ribu, kini menjadi 10 ribu, sedangkan jahe biasanya Rp20 ribu per kilogram kini menjadi Rp50 ribu, jahe merah lebih mahal hingga Rp60 ribu.

"Kenaikan hingga 100 persen lebih, yang paling mahal jahe merah," terangnya.

Pedagang lainnya, Sucipto (55) mengatakan meroketnya harga rempah akibat stok di pasar induk mengalami penurunan sejak komoditas tersebut menjadi buruan masyarakat.

"Bahan baku rempah-rempah kini mulai jadi buruan masyarakat lantaran dipercaya ampuh menangkal virus corona," tandasnya.

Satgas Covid 19 Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Yayuk Sri Rahayu menerangkan pencegahan dan antisipasi terus dilakukan dengan menekankan kebiasaan mencuci tangan dan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah.

"Penekanan dalam pencegahan dibiasakan cuci tangan dengan pola hidup sehat," kata Yayuk. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini