Bantu Tim SAR Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air, Baguna PDIP Dirikan Dapur Umum

Rabu, 13 Januari 2021 21:06 Reporter : Merdeka
Bantu Tim SAR Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air, Baguna PDIP Dirikan Dapur Umum Hari ke-4 Pencarian Serpihan Sriwijaya Air di Dermaga JICT. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP dan DPD Provinsi DKI Jakarta PDI Perjuangan, serta Badan SAR Nasional (Basarnas) bersinergi, dalam mengevakuasi korban pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Kepala Baguna DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Basarnas dalam evakuasi korban pesawat Sriwijaya SJ 182, dengan mendirikan dapur umum.

"Kami dari Baguna DPP dan Baguna DPD PDIP Provinsi DKI Jakarta mendirikan dapur umum untuk kebutuhan semua relawan yang mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu," kata Kenneth dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Baguna DPP dan Baguna DPD DKI Jakarta mendirikan dapur umum di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Para relawan Baguna juga turut andil dalam proses evakuasi tersebut, untuk membantu tim SAR gabungan," tutur Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Baguna DPP PDIP, kata Kent, membuat 3.000 paket makanan per harinya untuk para relawan yang mengevakuasi pesawat Sriwijaya Air.

"Kami siapkan tiga ribu paket makanan untuk para relawan sebanyak tiga kali, makan pagi, siang, dan malam. Kami juga menyediakan minuman seperti kopi dan teh serta makanan kecil. Posko Baguna PDIP akan melayani semua relawan yang datang ke sini selama 24 jam, inilah bentuk dari pelayanan dan pengabdian kami," tutur Kent.

"Atas nama pribadi dan partai. Kami sampaikan dukacita yang mendalam terhadap jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, untuk para korban dan keluarga yang ada di pesawat tersebut," sambung Kent.

Kent pun mengapresiasi kerja keras para pihak yang terlibat dalam pencarian, dan investigasi Sriwijaya Air SJ 182, seperti Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami berharap dengan ditemukannya black box tersebut, KNKT bisa mencari penyebab jatuhnya pesawat untuk menjadi evaluasi penyebab jatuhnya pesawat tersebut, dan juga dapat menjadi acuan dalam mengevaluasi pesawat-pesawat yang lain," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini