Bantu Kerja Bakti di Pesantren Jatim, Santri Tewas Tersengat Aliran Listrik

Rabu, 6 November 2019 10:21 Reporter : Dedi Rahmadi
Bantu Kerja Bakti di Pesantren Jatim, Santri Tewas Tersengat Aliran Listrik Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Merdeka.com - Seorang santri dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik.

Paur Humas Polres Blitar Bripka Didik Dwi mengemukakan kejadian itu berawal saat korban, AM (13) membantu kerja bakti di pekarangan bagian belakang pondok pesantren, pada Selasa (5/11) malam.

"Saat ada rekan Muhamad Maulana yang sedang menaruh kabel yang digunakan untuk menyalakan lampu guna penerangan dalam kegiatan kerja bakti di pekarangan bagian belakang pondok pesantren. Kemudian korban bermaksud akan membantu dengan menancapkan ke stop kontak yang ada di dapur pondok," katanya di Blitar, Rabu (6/11).

Saat hendak menancapkan tersebut, korban terkejut sambil berkata 'Ya Allah kesetrum'. Setelah korban berteriak demikian, yang bersangkutan terjatuh telentang.

Mengetahui kejadian itu, rekan-rekan korban juga langsung menolongnya dan mencari bantuan. Yang bersangkutan juga dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, namun nyawanya tidak dapat tertolong. Ia meninggal dunia.

Keluarga yang mendengar kabar tersebut juga panik. Mereka langsung menuju ke Puskesmas guna mengetahui langsung kondisi anak tersebut.

Namun, lanjut Bripka Didik, keluarga menolak untuk dilakukan autopsi pada yang bersangkutan. Mereka menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan menilai bahwa hal itu merupakan musibah.

Keluarga juga sudah memberikan pernyataan secara resmi bahwa menolak untuk dilakukan autopsi. Setelah jenazah dirawat di Puskesmas, keluarga lalu mengambilnya dan memakamkan di tempat pemakaman yang ada di desa mereka yakni Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Polisi juga mengimbau agar warga berhati-hati terutama jika berhubungan dengan aliran listrik dengan tetap memastikan bahwa aliran listrik itu aman. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terkena aliran listrik. Setiap kali hendak berdekatan dengan aliran listrik harus dipastikan tangan dalam kondisi kering atau tidak basah serta jika hendak memperbaiki aliran listrik juga harus dipastikan keamanannya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Tewas Tersetrum
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini