Bantu Bunuh dan Perkosa Inah, 4 Teman Pelaku Utama Diupah Sabu

Senin, 28 Januari 2019 13:20 Reporter : Irwanto
Bantu Bunuh dan Perkosa Inah, 4 Teman Pelaku Utama Diupah Sabu Reka ulang kasus pembunuhan dan pemerkosaan Inah. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam reka ulang yang digelar dalam kasus perkosaan dan pembunuhan Inah Antimurti (20) terungkap fakta baru. Otak pelaku, Asri (30) mengajak empat temannya menghabisi nyawa korban dengan upah sabu tetapi dengan syarat harus diperkosa terlebih dahulu.

Reka ulang dimulai saat korban menemui tersangka Asri di rumah kontrakannya di Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumsel, Sabtu (19/1) sore. Tersangka menagih utang sabu tetapi korban justru kembali meminta narkoba kembali.

Mereka pun cekcok mulut. Lalu tersangka meminta korban menunggu di dalam kamar dengan dalih mencarikan sabu yang diminta.

"Tunggu di sini dulu, aku carikan sabu," ungkap tersangka Asri saat reka ulang di Mapolda Sumsel, Senin (28/1).

Ternyata, tersangka justru menghubungi empat temannya yang lain dan bertemulah mereka di belakang SD desa itu. Saat bertemu tersebut, tersangka Asri mengutarakan tujuannya memanggil keempat tersangka.

"Ada kerjaan bagi kalian malam ini, aku mau bunuh orang, bantu saya, tapi mesti perkosa dulu," ujarnya.

Agar empat temannya bersedia, tersangka Asri memberikan upah sabu. Mereka pun gelar pesta narkoba. Lalu, kelima tersangka mendatangi korban yang masih berada di kontrakannya. Tak lama, tersangka Asri memperkosa korban sambil dipegangi tersangka Abdul Malik. Lantaran berontak, Asri menyuruh tiga tersangka lain memeganginya. Kemudian, korban tewas usai dijerat dan kepalanya dipukul kayu balok.

"Habis itu, Malik perkosa Inah, tapi sudah meninggal," kata dia.

Tersangka Asri menyuruh tersangka Dian Prayoga membeli bensin. Asri meminta Dian tidak berbicara dengan siapapun tentang kejadian itu.

"Saya kasih Rp 40 ribu, tapi jangan ngomong sama orang," kata Asri kepada Dian.

Sesampainya di tempat pembuangan, Asri menyuruh tersangka Feri membakar korban namun ditolaknya karena takut. Asri pun berinisiatif membakarnya sendiri.

"Habis disiram pakai bensin oleh Feri, saya bakar. Kami langsung pulang," pungkasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini