Bansos Telur Dianggap Banyak Masalah, Ridwan Kamil Ganti dengan Susu dan Masker

Senin, 29 Juni 2020 18:17 Reporter : Aksara Bebey
Bansos Telur Dianggap Banyak Masalah, Ridwan Kamil Ganti dengan Susu dan Masker Ridwan Kamil. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memutuskan mengganti telur sebagai salah satu elemen dalam bantuan sosial (Bansos) pangan penanggulangan pandemi Covid-19. Pertimbangannya adalah menekan potensi permasalahan di tengah masyarakat.

"Telur di Bansos akan dihilangkan karena banyak masalah saya amati dari media memang repot tidak masalah. Ini contoh kita mendengar dan mengevaluasi sehingga di tahap dua telurnya akan diganti dengan susu untuk proteinnya," kata dia saat konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (29/7/2020).

Meski begitu, ia belum memutuskan bentuk susu yang akan menjadi pengganti telur tersebut apakah bubuk atau cair. Semua keputusan akan diambil setelah berkoordinasi dengan dengan ahli gizi sekaligus membahas daya tahan atau masa kadaluarsanya.

Ia menjelaskan, Bansos dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya diputuskan bersama DPRD Jawa Barat nominalnya sebesar Rp500 ribu. Angka itu dikombinasi dengan proporsi Rp150 ribu tunai dan sisanya berupa sembako.

"Kita diskusi dengan ahli gizi, ada protein, ada karbohidrat dan lain-lain. Sehingga kalau ada satu elemen akan diganti, maka penggantinya harus dikelompok yang sama," kata dia.

"Jadi tidak bisa digantikan dengan karbohidrat dan sebagainya. Hasil diskusinya susu. Kita juga belajar jangan sampai nanti memperumit lagi durasi, kadaluarsa. Ini belum diputuskan apakah nanti bentuknya bubuk, cair atau yang siap diminum, tapi apapun bentuknya sudah kita putuskan adalah susu. Kemudian ada tambahan masker untuk teknisnya belum kita putuskan 100 persen," kata dia.

Namun, ia memastikan untuk pengadaan susu akan memanfaatkan koperasi atau peternak susu perah. Sehingga, upaya ini sekaligus bisa meningkatkan ekonomi lokal UMKM.

1 dari 1 halaman

Orang Tua Kurang Disiplin

Ridwan Kamil pun menyoroti kedisiplinan para orang tua yang masih banyak tidak memakaikan masker kepada anaknya ketika beraktivtas di luar rumah. Menurutnya, kedisiplinan ini menjadi hal yang krusial dalam pencegahan penularan virus corona.

"Orang tuanya pakai anaknya nggak dipakaikan masker. Saya titip tolong bantu edukasi agar anak-anak. Ini kekhawatiran saya, kalau sekarang nggak disiplin gimana nanti buka sekolah, mereka nggak kekontrol," ucap dia.

"Maka tolong orang tua. Nah kalau repot, karena mengedukasi anak susah minimal pakai face shield yang penting ada alternatif sampai mereka akhirnya paham memakai masker sebagai yang utama," pungkasnya. [ded]

Baca juga:
Gugus Tugas Covid-19 Depok Sebut 300 Kg Telur Bansos Busuk Tanggung Jawab Kantor Pos
Pembagian BLT di Bengkulu Ricuh Gara-gara PNS Hingga Pengepul Sawit Minta Jatah
Tidak Tersalurkan, 300 Kg Telur Bansos Pemprov Jabar untuk Warga Depok Membusuk
Pemprov DKI: Jumlah Pembagian Sembako akan Berkurang Seiring Perbaikan Ekonomi
Data Penerima Bansos Tumpang Tindih, Ombudsman Minta Sistem Pembagian Diubah
Pemprov DKI Perpanjang Pembagian Bansos Corona Sampai Desember

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini