Bansos Sebaiknya Dibuat Sederhana dan Tak Usah Banyak Libatkan Birokrasi

Sabtu, 31 Juli 2021 15:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Bansos Sebaiknya Dibuat Sederhana dan Tak Usah Banyak Libatkan Birokrasi Mensos Tri Rismaharini pantau penyaluran bansos di Pekalongan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori mengatakan desain bantuan sosial (bansos) sebaiknya dibuat lebih sederhana serta tidak banyak melibatkan terlalu banyak lapisan birokrasi. Desain yang demikian, lanjut dia, jamak dibuat di negara-negara lain.

"Di banyak negara terutama yang kekuatan fiskalnya besar. Rata-rata desainnya dibuat sederhana. tidak banyak melibatkan birokrasi. Ketika desainnya sederhana dan tidak banyak birokrasi terutama dalam pemilihan siapa yang harus dapat dan berapa besarnya itu menjadi lebih sederhana," kata dia, dalam diskusi Smart FM, Sabtu (31/7).

Sebagai contoh, dia menyebut Malaysia. Malaysia memiliki kriteria penerima bansos yang relatif lebih sederhana. "Malaysia ada desain khusus Covid ada 40 persen masyarakat pendapatan ke bawah dan 40 persen masyarakat pendapatan di atasnya. Itu masing-masing mendapatkan sekian ringgit," urai dia.

"Itu pasti tidak memerlukan pemilahan siapa yang harus dapat dan siapa yang tidak dapat. Karena lebih sederhana, universal, tanpa melibatkan banyak birokrasi," imbuh dia.

Desain bansos yang lebih sederhana, lanjut Khudori, bisa menekan kemungkinan terjadinya penyelewengan dalam proses penyalurannya kepada penerima manfaat.

"Di sini (Indonesia) yang dibuat misalnya bantuan sosial tunai itu dibikin dengan kriteria tertentu. Yang itu proses pemilihan siapa yang dapat itu krusial," tandas dia. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bansos Corona
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini